Antara Kepo, Stalker, dan Secret Admirer

Beberapa tahun belakangan istilah “kepo” begitu digandrungi masyarakat Indonesia terutama kalangan remaja. Ternyata terdapat “benang merah” antara kepo, secret admirer, dan stalker. Sudah banyak artikel blog yang membahas ketiganya dan saya juga tidak mau ketinggalan :). Inilah “benang merah” ketiganya menurut pendapat saya dengan tanpa teori :mrgreen:.
Kepo atau “Knowing Every Particular Object” pasti dimiliki setiap orang, hanya kadar ke-kepo-annya berbeda. Menurut saya kepo itu seperti wartawan, reporter, atau anchor, anouncer. Jika tidak punya sifat kepo mendingan jangan berprofesi yang disebut di atas deh… tidak bakalan sukses! 😉
Kepo yang paling nyebelin adalah gosip infoTaiment, tidak percaya? Cobalah sekali-kali jadi artis dan buatlah sedikit sensasi. Nanti kau akan dikejar-kejar wartawan yang butuh berita. Jika kau tidak kuat jadi seleb baru, pasti kau akan bete :).
Stalker adalah pelaku stalk dalam bahasa Inggris, yang bisa diterjemahkan dengan mengejar atau membuntuti. Istilah ini di lingkungan saya, sekarang populer untuk menyebut orang yang suka “nginthil” secara diam-diam.
Sering banget adegan “nginthil” tanpa ketahuan ini ada di sinetron meskipun terlihat super lebay. Di dunia maya istilah ini juga dikenal untuk orang yang memata-matai target, misalnya saja memata-matai gebetan :). Biasanya stalking dilakukan di social media.
Terus apa hubungannya dengan Secret Admirer? Secret admirer atau pemuja rahasia cenderung melakukan kepo dan stalking. Ini dilakukan untuk mengetahui kegiatan idola/target.
Siapa saja bisa menjadi secret admirer, orang yang tidak berani mengungkapkan perasaan (cinta?) adalah salah satunya :p. Atau di zaman serba internet ini, secret admirer melanda pembaca setia suatu blog atau note facebook seseorang. Dia akan mencari tahu apa saja tentang idolanya dengan berkomentar atau searching.
Secret admirer selalu kepo dan stalking, tapi kepoer dan stalker tidak selalu seorang secret admirer.

Tinggalkan komentar