Pergeseran Pengiriman Pesan

Seiring makin menjamurnya penggunaan smartphone, user pun mulai mengubah gaya berkirim pesan (messenger) yang dulu didominasi oleh SMS. Apa saja messenger yang banyak digunakan masyarakat Indonesia? Berikut ini beberapa messenger multiplatform yang pernah saya gunakan.
Twitter merupakan messenger paling populer yang bisa digunakan di semua OS, gadget, maupun komputer. Meskipun hanya 140 karakter tapi Twitter tetap menjadi favorit karena juga bisa digunakan di future phone.
Aplikasi ini dapat berjalan di semua OS gadget dan yang pertama kali muncul, wajar jika messenger ini paling populer saat ini. Whatsapp hanya memberikan user 12 bulan gratis abonemen, selanjutnya user harus membayar lisensi yang bisa dibayarkan per tahun, tiga, dan lima tahun.
Whatsapp (WA) menggunakan nomor telepon sebagai ID, sehingga user WA yang menyimpan nomor telepon user lain akan otomatis melihat daftar teman di WA.
Aplikasi ini dikabarkan menyimpan data kontak usernya yang menyebabkan beberapa waktu lalu sempat dituntut oleh parlemen Eropa? Dan diancam ditutup oleh beberapa negara.
Aplikasi messenger asal Jepang ini populer di kalangan teman-teman saya. Mereka menggunakan Line karena mulai bosan dengan Whatsapp dan mulai terpikat dengan sticker Line.
Naver; perusahaan pengembang Line melihat peluang untuk berjualan sticker.
Line tidak hanya menggunakan nomor telepon sebagai ID, user juga bisa membuat ID pribadi dan mendaftar via email.
Selain chat, Line juga menawarkan layanan voice. Inilah yang menjadi keunggulan Line dibandingkan Whatsapp.
Masih banyak fitur Line yang patut dicoba seperti membuat grup, camera, game, shake, sampai antivirus! Line juga bisa melakukan switch ke PC meskipun harus download aplikasi ke PC :(.
Layanan messaging dari China ini memiliki fitur unggulan Look Around yang bisa menambah teman dari sekitar user berada. Setahu saya Look Around dilacak dari BTS terdekat, tapi juga bisa juga dari GPS jika diaktifkan.
Selain chat dan mengirim suara, Wechat (saat artikel ini publish) juga dapat ngobrol dengan user dalam grup.
Keunggulan lain adalah Wechat bisa dibuka di PC dengan scan barcode dari gadget, dan videocall. Fitur lainnya shake dan drift bottle. Fitur ini menegaskan bahwa Wechat bukan sekedar aplikasi messenger biasa namun juga social media.
Di Indonesia, Wechat menggandeng MNC sebagai partner untuk merangkul user.
Kekurangan aplikasi ini adalah emoticon yang “datar” dan tidak adanya tanda bahwa pesan sudah diterima.
5. KakaoTalk
Messenger asal Korea ini juga memiliki fitur voice chat yang bisa dilakukan bersamaan dengan banyak user.
Fitur KakaoTalk hampir sama dengan Line meskipun tidak begitu lengkap, seperti shake, game, membuat grup, dan sticker.
Sayangnya user tidak memiliki pilihan untuk tidak menerima call, seperti di Line. Tapi menurut saya sticker di KakaoTalk lebih menarik daripada Line.
Kelebihan lain adalah file download aplikasi ini lebih kecil daripada aplikasi kompetitor.
6. ChatOn
Aplikasi yang selalu ada di gadget Samsung ini sepertinya dibuat setengah hati. Sampai saat ini Samsung tidak memberikan inovasi baru pada ChatOn sehingga banyak ditinggalkan pemilik gadget Samsung.
Kelebihan aplikasi ini adalah bisa dijalankan di PC. Sedangkan kelemahannya adalah tampilannya yang jelek, background hanya bisa diganti hitam dan putih saja.
===oOo===
Masih ada beberapa aplikasi messenger yang tersedia di toko aplikasi resmi seperti Viber, tapi aplikasi tersebut kalah populer dengan kelima yang telah disebutkan di atas.
Tak perlu bingung memilih messenger selama masih gratis dan memori Hand Held cukup,.. install dan gunakan semuanya :).
Dari kelimanya, messenger yang memiliki fitur paling lengkap adalah Wechat, meskipun tidak ada notifikasi jika message sudah diterima.

Tinggalkan komentar