Mendengar Suami Marah pada Istrinya

depositphotoscom/admin
Berberapa hari lalu saya melewati sebuah rumah ketika akan menuju tempat takjil. Dari rumah tersebut saya mendengar suara pria yang berbicara dengan nada tinggi hingga terdengar hingga 10 meter. Sanpai akhirnya isi kebun binatang keluar dari mulutnya. Dalam hati saya merasa marah dan menyesal kenapa saya tidak sengaja mendengarnya. Sampai kira-kira satu jam dari itu saya lewat kembali dalam perjalanan pulang, pria itu masih saja terdengar marah. Benar-benar preman temannya setan.

Flasback… Rumah yang saya lewati masih cakupan kampung saya. Pria pemarah tadi adalah menantu dari tetangga yang tidak begitu saya kenal. Wanita yang ia nikahi adalah putri satu-satunya seorang guru SD yang sudah meninggal beberapa tahun lalu. Pernikahan ini sebenarnya membuat malu orang tua si wanita karena resepsi dalam keadaan hamil 7 bulan.

Jangan membayangkan wanita tersebut cantik, jauh banget. Suaminya juga tidak jauh beda, dari perangainya sudah terlihat kalau pengangguran tak berbudi. Mereka sepertinya cocok, hanya saya terkadang kasihan melihat orang tuanya yang lugu. Sekarang mereka serumah dengan ibu wanita tersebut yang sakit-sakitan.
=o0o=

Menengok sejarahnya, saya rasa pertengkaran dengan caci-maki suami-istri tersebut lumrah terjadi. Mereka sama-sama tidak bermoral, mau bagaimana lagi? Mungkin di lain waktu pertengkaran mereka lebih hebat lagi sampai membawa ketua RT untuk menengahi?

Jalan terbaik bagi pasangan tersebut adalah kembali ke agama. Wajah mereka terlihat kotor meskipun memakai sabun khusus muka, terlihat tidak bersinar. Sadarlah wahai suami istri, sebelum ajal menjemput kalian.

Tinggalkan komentar