Web Twitter Client

Twitter memberikan keleluasaan pada pihak ketiga untuk membuat aplikasi pembuka Twitter (Twitter Client). Maka berlomba-lombalah perusahaan IT membuat Twitter Client untuk menarik pengguna. Kenapa perusahaan-perusahaan tersebut membuat Twitter Client? Jawabannya adalah karena uang, apalagi didukung oleh web Twitter yang terlalu sederhana. Padahal pengguna butuh fitur lebih banyak untuk memudahkan aktifitas.
Ada beberapa Twitter Client versi web yang pernah saya coba dan memiliki sisi unik masing-masing,
Tentu ini adalah web resmi milik Twitter, begitu sangat sederhana tampilannya. Pengguna baru (newbie) tentu menggunakan ini, tapi jika sudah bertahun-tahun menggunakan ini tanpa gonta-ganti Twitter Client berarti kudet (kurang update). Ciri khas Twitter ini adalah 1 halaman untuk 1 fitur, maksudnya jika kita membuka Home (timeline) di 1 halaman web, untuk membuka Connect atau Mention kita harus membuka halaman baru.

Dulu tweetdeck tersedia di Google Play yang dapat mengintegrasikan beberapa social media, namun seiring perjalanan waktu aplikasi ini dimatikan oleh Twitter sebagai pengembang. Saat ini Tweetdeck berkonsentrasi pada versi web.

Fitur Tweetdeck antara lain:

  • Free alias gratis tanpa modus.
  • unlimited multiple accounts khusus Twitter.
  • Schedule Tweets.
  • Realtime (tergantung koneksi internet).
  • Notifikasi suara maupun popup.
  • Tersedia di Chrome Webstore.
  • Sering overload terutama pada prime time malam hari.
  • Upload foto di pic.twitter.com.

3. Hootsuite

Aplikasi ini populer karena sering digunakan para admin SocMed di perusahaan dan selebtweet. Kenapa mereka memilih Hootsuite? Simak saja beberapa fiturnya berikut ini;
  • Tersedia di App Store, Google Play, dan versi web.
  • Free 5 Multiple accounts.
  • Dapat mengintegrasikan beberapa SocMed antara lain Twitter, Facebook, LinkedIn, Google+ Pages, Mixi, bahkan WordPress meskipun terbatas.
  • Schedule Tweets dengan interval 5 menit.
  • Bisa dikelola bersama team.
  • Interval autorefresh tercepat 2 menit.
  • Analitik tersedia untuk versi berbayar.
  • Upload foto hanya di ow.ly
  • Tersedia beberapa shortener link.
  • Berat.
Kenapa tidak download Hotot saja? Dari pengalaman pribadi selama beberapa kali download Hotot tidak berjalan mulus di OS Linux saya dan ternyata lebih update menggunakan Hotot yang tersedia di Webstore Chrome.

  • Tersedia di Chrome Webstore.
  • Multiple accounts tapi hanya bisa login 1 akun.
  • Realtime.
  • Notifikasi popup dan suara.
  • Bisa menjadi andalan untuk kuis Twitter yang butuh kecepatan menjawab.
  • Tersedia autolonger.
  • Pilihan 4 penyedia upload foto, tapi saya selalu gagal mencoba.
  • Pilihan beberapa shortener URL.
  • Pilihan mengubah “via”.
Itulah beberapa Twitter Client yang tersedia untuk versi Web (PC). Keempatnya memiliki kelebihan dan kekurangan, semua tergantung selera pengguna. Saya pribadi memilih Tweetdeck sebagai juara, sedangkan untuk mengikuti kuis yang butuh kecepatan menjawab Hotot adalah juaranya.

Tinggalkan komentar