Digital Strategist dan Online Strategist

Beberapa pekan ini saya dipusingkan dengan dua istilah di atas. Pusing mendefinisikannya agar mudah dipahami orang yang jarang atau tidak bersentuhan dengan internet, juga persamaan dan perbedaan antar keduanya. Dua profesi ini memang baru berkembang di Indonesia, setahu saya istilah Online Strategist muncul pada tahun 2009 oleh Pak Nukman Luthfi.

Saya lebih suka mendefinikan Online Strategist dengan orang yang memikirkan (menyusun) strategi untuk sesuatu yang berhubungan dengan internet. Tapi ada juga orang di luar sono yang menyatakan profesi tersebut dengan Digital Strategist. Semua bisa menggunakan istilah apa saja tapi intinya memikirkan strategi agar sukses di internet.
Jika diperhatikan ada perbedaan antara “digital” dengan “online”. Digital tidak selalu online, tapi online selalu digital. Hmm benarkah? Haha… sepertinya begitu :).
Branding
Profesi di atas bertujuan mem-branding sebuah produk di internet, cukup sulit melakukannya karena menyangkut banyak aspek. Maka tak heran jika profesi ini punya penghasilan tinggi. Lebih mudah membangun dari nol dari pada produk sudah ada di pasaran. Tidak heran jika profesi ini memiliki penghasilan besar.
Dari sini muncul juga istilah Brand Strategist, namun berbeda dengan kedua profesi sebelumnya. Cakupan Brand Strategist lebih luas dari Digital dan Online Strategist. Mungkin tulisan ini salah? Silahkan mengoreksinya.

Tinggalkan komentar