Headshot [2016] Film Laga Penuh Darah dan Makian

Beruntung aku dapat kesempatan pre-screening Headshot sebelum resmi diputar 8 Desember 2016 di bioskop Indonesia. Bertempat di Studio 3 Empire XXI Jalan Urip Sumoharjo Yogyakarta, acara diawali dengan talkshow bersama pemeran David Hendrawan dan M. Ichsan Rachmaditta; penata suara.
Tiket, voucher snack, dan t-shirt.
David yang merupakan atlet wushu mengaku adegan paling berkesan adalah saat di kantor polisi, karena harus menggunakan mantel hujan padahal cuaca sebenarnya panas dan harus berakting laga. Sedangkan Ihsan mengaku menata suara tersulit adalah adegan di pantai. Angin pantai dan ombak yang datangnya tidak bisa diprediksi membuat suara pemain saat pengambilan gambar tidak terdengar.

Tentang Film Headshot

Film ini bergenre action. Peringatan bagi yang mau menonton, film ini penuh adegan berdarah-darah dan kata-kata makian kotor. Lebih baik tidak membawa anak belum dewasa menonton Headshot. Film ini juga zero adegan ciuman.
Mau ikut foto bareng, ruangan tidak muat.
Sebelumnya, Headshot sudah berkeliling dari festival ke festival lain. Pemberitaan media menyebutkan setidaknya 13 festival telah menjadi tempat pemutaran Headshot, jadi jalan cerita dan proses pembuatan sudah banyak diberitakan media. Di sepanjang film ini tertera subtitle bahasa Inggris dan Indonesia.

Iko Uwais memang punya gaya atau jurus ciri khas berdasarkan beladiri pencak silat yang digelutinya. Sehingga penonton akan menyaksikan adegan berkelahi Iko selalu begitu. Sama halnya jika menonton film-film Jackie Chan, adegan berkelahinya begitu-begitu saja, karena itu sudah menjadi ciri khas masing-masing.
Ada beberapa adegan kelahi Iko yang mengingatkanku pada adegan di tetralogi (satu tidak dihitung) Bourne; perkelahian cepat. Plot ceritanya pun mirip…. amnesia, cuma si Ishmael lebih cepat sembuh daripada Jason Bourne. Beberapa penonton yang sudah menonton film-film Iko Uwais agak kecewa karena 4L (Lu Lagi Lu Lagi), beberapa pemain The Raid 2 reuni di film ini, menggambarkan masih sedikit aktor laga di perfilman Indonesia. Untuk hal ini aku lagi-lagi beruntung, baru sekali nonton film Iko Uwais hingga tamat 😁. Film itu adalah Star Wars: Force Awakens.

Seperti film-film lainnya, di film Headshot juga dijejali adegan wagu. Kalau tidak wagu, tidak ada yang membuat penonton tertawa. Terlalu terlihat realistis juga bisa mengakibatkan pemain protagonis kalah, film jadi cepat selesai 😁.

Penampilan Chelsea Islan di film ini menjadi pemanis yang menggemaskan, siapa sih pasien yang tidak mau ditaksir dokter secantik dia?
Wawancara PH usai acara nonton bareng.
Pembuatan film dilakukan di Batam dan Jakarta, seperti yang tercantum di akhir kredit film. Headshot dibintangi antara lain Iko Uwais, aktor Singapura Sunny Pang, Chelsea Islan, Julie Estelle, Very Tri Yulisman, David Hendrawan, dan Zack Lee. Pemberitaan Epi Kusnandar bermain di Headshot adalah hoax, aku tidak melihatnya sama sekali di film ini.

Headshot memenangkan Piala Citra 2016 untuk Penata Suara Terbaik, Piala Citra untuk Penata Efek Visual Terbaik.

Tinggalkan komentar