Kenapa Menu Makanan Gathering Startup Media Blogger di Jogja Selalu Sama?

Jum’at malam saya menghadiri gathering yang diadakan sebuah startup ibukota, di sebuah resto terkenal daerah Seturan. Peserta yang hadir hanya 70% memenuhi kursi, saya hubungi teman yang tinggal tak jauh dari TKP supaya datang, dia tidak mau dengan alih ngantuk (alasan yang aneh).

Acara santai hanya diskusi dengan dua narasumber, mengambil tema kurasi berita online dan engine yang digunakan startup tersebut. Siapa saja boleh bertanya langsung maupun lewat Twitter.

Selesai diskusi, peserta dipersilahkan menikmati makan malam. Kejadian lucu makan malam adalah waiters lupa menyiapkan nasi! 🙂 Alhasil, sekitar 15 orang antrian makan pertama mengambil lauk; terutama mie goreng porsi jumbo, pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat.

Saat antri makan tersebut, peserta di belakang saya menyeletuk, “Menunya itu-itu aja, bosen.”

Ilustrasi.
Saya perhatikan, memang benar pendapat orang di belakang saya. Orang yang sering diundang gathering pasti hafal menu yang disajikan hampir selalu sama, mau di resto, hotel, atau cathering mana saja; menunya itu-itu saja.

Menu masakan acara gathering yang diadakan brand atau instansi biasanya:

  • Nasi
  • Sup
  • Sayur sawi – brokoli
  • Ayam goreng
  • Ikan Kakap
Tapi kalau dipikir-pikir lagi, masakan acara pernikahan juga itu-itu saja 😀. Karena menu gathering cukup monoton, acara seperti agak sepi peminat kecuali dengan tambahan pengumuman “akan mendapatkan goodie bag”.
Begitulah keadaannya, aku tidak mempermasalahkan menu masakan. Jika diundang acara sebisa dihadiri, tapi jika hujan atau jauh perlu dipikir ulang.

Tinggalkan komentar