Beli Celana tidak Sesuai Ekspektasi, Terus?

Baru saja saya membeli celana baru, karena satu celana saya robek. Tidak ketahuan kenapa bisa robek, waktu treking atau waktu hujan deras lalu tergores benda tajam. Tapi memang sudah memasuki usia senja, beberapa lama lagi pasti harus ganti.

Usaha membeli celana sudah saya lakukan pekan lalu, kebetulan kerabat punya hajat alangkah baiknya memakai pakaian yang layak. Toko tempat membeli celana sebelumnya, sudah tidak menjual celana lagi. Saya lalu mencari di internet, mencari toko terdekat siapa tahu ada dan harganya cocok. Kenapa saya repot-repot mencari di internet? Toh di supermarket banyak celana baru. Yang jadi permasalahan adalah biasanya celana-celana tersebut terlalu sempit dan terlalu panjang.
Celana baru yang terciduk.

Siang tadi, ketemu juga toko yang sepertinya punya stok banyak model celana. Beberapa hari lalu mencari alamat tersebut tidak ketemu, rupanya pemilik tidak memasang atribut dan ruang pamernya kecil. Kelihatannya, jualan celana hanya sebagai sambilan, bukan profesi utama.

Ketika mau masuk ke toko, pintunya terkunci dan baru dibuka saat saya putus asa ingin beranjak pulang. Hanya saya yang datang ke toko berukuran 3×4 meter. Model celana bagus-bagus tapi harganya relatif mahal bagi saya, semua celana sama harganya.
Saya bulatkan tekad membeli, sekali-kali mahal tidak mengapa. Model celana yang jadi pilihan nyatanya habis stock, saya harus memilih model dan bahan lain. Meskipun kurang sreg, akhirnya saya memilih satu.
Sampai di rumah, olala…. saat dicoba rupanya bagian paha terlalu sempit, pergerakan saya jadi tidak nyaman. Ukuran nomor ternyata tidak standar, lebih kecil, berbeda dengan celana saya lainnya. Kecewa dan bingung, bagaimana pertanggungjawaban uang yang saya keluarkan? Celana mau dipakai, terlalu kecil, menjadikan harga celana tersebut lebih mahal dari semestinya.
Adakah solusi tepat untuk menyelesaikan masalah ini?

Tinggalkan komentar