Tidak Terima IG Story dikomentari Pujian, Seorang Remaji Memprivate Akun Instagram

Sengaja membuat judul lebay meniru akun-akun clickbait dan Line Today. Ada satu kekurangannya kurang kata “kenapa” :). Judul ini sebenarnya sudah mewakili keseluruhan seluruh artikel, kenapa harus dibaca sampai akhir? Camkan itu Saudara … Anda membuang waktu membaca ini. Hehehe bercanda dong.

Seorang perempuan 25 tahun yang hidup di perantauan, belum menikah, dan pernah patah hati; suatu ketika mengunggah cuplikan video seorang ilmuwan. Beberapa pengikutnya memujinya, mengingat selama ini sering mengunggah lebih sering mengunggah cerita galau, pamer, dan agak lebay.
Cukup mengejutkan, tanggapannya malah negatif. Dia mengunggah video itu karena berkaitan dengan profesinya, mengaku tidak ngefans ilmuwan tersebut karena dianggap lebih banyak menyesatkan. Setelah itu, dia langsung menghapus video dari IG Stories dan memprivate akunnya.
Akun diproteksi.

Mental buruk

Think before posting, slogan yang digadang-gadang bisa menghindarkan warganet terhindar dari jerat hukum nyatanya belum sepenuhnya dipahami. Reaksi remaji tersebut sah-sah saja, tapi menggelitik warganet menganalisa kepribadiannya.
Analisis sotoy menyebutkan dia teledor dan sering melakukan blunder mengungkap hal pribadi di media sosial. Bisa saja disengaja untuk menebar pesona, bisa saja mau narsis tapi agak malu. Sering hapus-hapus unggahan mengisyaratkan labilnya cara pikir, galau, dan mudah terbujuk rayu iklan. Komentar dan memprivate akun menandakan belum siap hidup sosial dan menghadapi kenyataan.

Kejadian semacam ini banyak terjadi di negara kami, mental buruk jadi penyebabnya, mutungan, ngambeg. Tegarlah menghadapi kenyataan hidup, kenyataan itu dihadapi, bukan dihindari. Bertanggung jawablah terhadap apa yang telah kamu lakukan. Perlu latihan memiliki mental kuat di dunia online, kata kuncinya sabar dan pikir sebelum berbuat, pikir setelah berbuat.

Tinggalkan komentar