Admin Medsos Berseteru dengan Pengikut, Profesional?

Akhir pekan tiba, saatnya bermalas-malasan dengan membuka media sosial. Mata yang masih mengantuk karena semalam kurang tidur (cuaca panas) langsung terbuka lebar, melihat perseteruan admin Instagram @visit.cilacap (dipisah dengan titik) dengan (mungkin) pengikutnya. Melihat mereka berseteru, saya jadi “gatal” ingin mengomentarinya, lengkapnya ada di tautan https://www.instagram.com/p/BosWozRF6u-/ (semoga saja belum dihapus komentarnya 😉 )

Merendahkan pengikut.

Dari tampilan gambar tersebut mengisyaratkan admin cukup arogan dan vulgar menanggapi komentar pengikut. Bahasa yang digunakan tidak formal sebagaimana biasanya admin akun instansi lain. Di profil depan tertulis Official account Dinas, tapi mengapa seperti akun pribadi ya ❓

Menyuruh diam.

Ketidak-sopanan berlanjut dengan menyuruh diam komentator 😱, membuat suasana menjadi semakin panas. Apakah respon admin tersebut bisa dikatakan profesional?

Sikap buruk
Saya tandaskan, respon admin begitu buruk menanggapi komentator. Dengan mengesampingkan materi perdebatan, saya tetap menganggap admin tidak profesional, dia mewakili instansi plat merah. Sepanas apapun komentar warganet, tetap harus ditanggapi dengan kepala dingin. Bukannya malah membuat akun resmi seperti akun milik sendiri.

Kata yang digunakan pun salah, menunjukkan arogansi dan menantang. Hal ini bisa menjadi blunder di masa datang. Saya menduga admin hanya dipegang oleh satu orang, yang riskan mengalami depresi saat ada perisakan. Akibatnya jawaban yang diberikan cenderung menunjukkan suasana hati pribadi, bukan mewakili pribadi.

Pelajaran yang saya petik, kala menjadi admin harus berkepala dingin menghadapi masalah. Jika tidak bisa menahan diri dan tidak memiliki data lengkap untuk menetralisir keadaan, lebih baik diam. Tetap jaga netralitas dan tetap mewakili jenama, organisasi, atau instansi yang menaunginya. Tidak mencampur adukkan pendapat pribadi dengan pandangan jenama. Yang terakhir, sebaiknya admin tidak dipegang hanya satu orang. Memungkinkan melakukan perbuatan sesuka hati dan depresi ketika tidak siap menghadapi kritikan.

Tinggalkan komentar