Borosnya Waktu Menunggu di Bank

Kemarin saya membuka rekening baru di bank, terpaksa. Masuk kantor bank adalah perbuatan yang saya benci. Menghabiskan waktu tak berguna, maka saya sarankan sebisa mungkin tidak berurusan dengan bank. Rugi waktu, tenaga, kehilangan uang, dan tidak berpahala.

Saya pilih BNI Syariah karena di antara bank berlabel serupa, hanya ia yang tidak begitu memberatkan pelanggan. Kantor yang saya tuju ada di kawasan UGM, meskipun punya kenangan buruk di kantor ini 🙁 . Sekali lagi terpaksa.

Datang sekitar pukul 14.00 WIB, baru dipanggil sekitar pukul 14.35 WIB. Yang memanggil atasannya, bukan Customer Service karena Customer Service cuma 1 (penghematan perusahaan). Bla-bla-bla akhirnya selesai juga, alhamdulillah.

Menunggu dipanggil Customer Service.

Di belakang saya masih banyak yang antre, semua mau ketemu Customer Service, teller malah tidak laku. Udah eneg berhubungan dengan bank kaleee, sudah antre, uang berkurang, waktu hilang, ribet lagi syaratnya.

Munculnya produk bank berbasis teknologi informasi (terhubung dengan internet), mempermudah pekerjaan manusia, termasuk menghilangkan perbuatan sia-sia menunggu di kantor bank. Setahu saya ada bank yang memiliki produk buka rekening tanpa ke kantor, tanpa tatap muka, semua serba terhubung dengan internet. Sayangnya bank berlabel syariah belum ada (sampai tulisan ini dibuat), memiliki produk seperti itu.

Hari ini, saya harus ke bank itu lagi karena tidak tahu (baca: lupa) tanda pengenal di internet. Lucu banget deh prosesnya, serba internet tapi minta tanda pengenal internetnya manual harus ke kantor. Jangan-jangan lupa kata sandi internet harus ke kantor juga? Hmmm, benar-benar buang-buang waktu.

Tinggalkan komentar