Bus Samsat Keliling Tiap Rabu di Depan XT Square Yogyakarta

Sebelum jatuh tempo pajak kendaraan bermotor (PKB) milik pribadi, saya sebagai warga negara yang baik pun berniat membayarkannya. Setelah selesai makan pagi, saya mempersiapkan berkas-berkas yang sekiranya dibutuhkan yaitu STNK dan KTP. Sedangkan BPKB sudah lama tidak diperlukan untuk perpanjangan PKB, karena memberatkan pembayar.

Sebelum pukul 09.00 WIB saya sudah mengukur jalanan ibukota Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mencari bus Samsat keliling yang beroperasi hampir tiap hari ngetem di lokasi tertentu. Hari itu Rabu; menurut informasi yang saya baca di internet, setiap hari Rabu bus Samsat keliling berada di depan XT Square (bekas terminal lama) mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB. Sehingga saya pun menuju ke sana meninjau lokasi. Beberapa tahun lalu di depan Balaikota Jogja, bus tersebut beroperasi mulai pukul 10.00 WIB. Maka dari itu saya meninjau dahulu, apakah benar jam beroperasinya nambah 1 jam.

Sampai di depan XT Square, ternyata bus sudah terparkir rapi. Saya lalu memarkirkan kendaraan di timur bus, dimana sudah ada beberapa motor yang juga parkir di situ. Masih belum banyak yang mengantre, atau memang tidak sebanyak di tempat lain. Pembayar PKB harus mengambil nomor antrean manual supaya tidak terjadi rebutan.

menyumbang uang pada PMI
Sumbangan maksa Bulan dana PMI.

Saya mendapat nomor antrean 11, tak sampai 15 menit saya dipanggil untuk membayar PKB. Tidak ada tambahan apa-apa kecuali karcis dana bulan PMI sebesar Rp.2.000 untuk kendaraan roda 2. Baru kali ini saya membayar PKB cepat sekali dan menjadi pemegang rekor, rekor sebelumnya selama 30 menit di bus Samsat keliling Balaikota Jogja.

Syarat pembayaran PKB di bus Samsat keliling hanyalah:

  • STNK
  • Bukti PKB tahun sebelumnya
  • KTP atau kartu identitas lainnya.

Semuanya asli tanpa difotokopi, buat apa fotokopi jika nantinya tidak terpakai. Sedangkan biaya lain yang dikeluarkan adalah:

  • Parkir
  • Sumbangan PMI.

Mudah dan tidak ribet kan? Bus samsat keliling hanya melayani PKB tahunan (yang tidak memerlukan gesek nomor mesin dan rangka, serta ganti nomor). Camkan itu, karena 2 orang yang antre di depan saya memaksakan diri (malas ganti nomor) ingin membayar di bus Samsat keliling. Tentu saja mereka ditolak karena datanya tidak masuk.

Tinggalkan komentar