Jualan UMKM Laris dengan Content Writing yang Menjual

Salah satu kelemahan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pemasaran dalam jaringan (daring atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata online) adalah terlalu frontal. Langsung memasang foto produk dan harga, seperti ketika berjualan di toko. Cara-cara begiitu tidak begitu disukai banyak orang. Pernah lihat penjual barang di pasar tiban berbicara dengan pengeras suara, sambil memperagakan cara penggunaan barang yang dijual? Begitulah yang disukai orang di dunia daring, bahasa kerennya soft selling; promosi secara halus. Bagaimana cara promosi secara halus di dunia daring? Dengan menguasai content writing, menulis konten penjualan.

Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta di sela Expo UKM Istimewa 2019 yang berlangsung tanggal 14-16 Februari 2019, mengadakan Workshop Cara Membuat Content Writing yang Menjual bareng Gapura Digital di Aula PLUT KUMKM DI Yogyakarta. Acara ini berlangsung pukul 13:00-15:10 WIB pada hari Sabtu, 16 Februari 2019, dengan pemateri dari Gapura Digital Google; Ayunda Zikrina didampingi Dimas R Mumpuni.

Peserta Workshop membuat Content Writing yang Menjual.

Kenapa konten itu penting

Konten dapat digunakan untuk membangun reputasi perusahaan, deskripsi menarik dengan pemilihan kata yang apik membuat orang terpikat dengan perusahaan tersebut. Bukan hanya tertuang dalam lembaran kertas, tapi juga terdapat di website dan media sosial. Begitu orang sudah tertarik dengan deskripsi perusahaan dan produk, peluang terjualnya produk pun semakin besar.

Tujuan konten website adalah memasarkan produk atau layanan serta berbagi ilmu tentang produk atau layanan yang ditawarkan. Dengan begitu calon pembeli atau pelanggan lebih mudah mendapatkan informasi perusahaan dan produk atau layanan.

Konten yang ditampilkan di website

Ayunda Zikrina yang juga fasilitator Google Womenwill memberi batasan minimum konten yang harus ditampilkan perusahaan pada websitenya yaitu tentang perusahaan itu sendiri (about), kontak yang bisa dihubungi seperti tempat usaha, email, nomor telepon, hingga media sosial. Tak boleh ketinggalan katalog produk dan artikel. Dari segi isi konten, website perusahaan dengan UMKM tidak jauh berbeda, sehingga konsep ini juga berlaku pada UMKM.

Persiapan membuat konten

Gunakan rumus SAD (Siapa, Apa, Dimana). Siapa yang menjadi sasaran konten, laki-laki atau perempuan, profesi, dan rentang umur. Usia remaja tidak begitu menyukai konten berat, mereka lebih suka konten yang ringan. Sehingga pembuat konten harus menyesuaikan gaya bahasa, tidak terlalu kaku tapi tetap mengedepankan bahasa yang baik dan benar. Apa yang akan disampaikan menjadi pertimbangan, memberi pengetahuan kepada pembaca yang berhubungan dengan produk yang dipasarkan lebih baik. Ini lebih disukai bila dibandingkan hanya menampilkan foto produk. Tinggal dimana target pembaca dan calon pelanggan perlu diperhatikan. Target pembaca di luar negeri, maka bahasa yang digunakan adalah bahasa keseharian mereka.

Kelengkapan dan akurat. Setelah menentukan target, konten yang akan diunggah harus lengkap dan akurat. Lengkap mendeskripsikan produk, sehingga calon pelanggan mendapatkan informasi yang diinginkan. Misalkan produk pakaian, terbuat dari jenis kain dan warna apa. Akurat dalam memberikan data, misalkan dimensi ukuran produk, berat, dan harga. Penting juga untuk pakaian adalah berapa persen keakuratan gambar dengan kenyataan, terutama masalah warna.

Padat dan jelas. Jangan gunakan kalimat memutar, berbelit-belit tapi inti bahasan tidak jelas. Sah-sah saja menggunakan gaya story telling, bahkan bisa menggugah simpati calon pelanggan. Namun bukan berarti malah boros kata tanpa inti cerita.

Ayunda Zikrina.

Website butuh kelengkapan artikel

Memiliki website akan menambah nilai perusahaan

Dengan memiliki website yang sering update, nilai perusahaan bertambah di mata masyarakat. Orang lebih percaya dengan penjual yang memiliki website, mudah mencari katalog produk lokasi serta kontak perusahaan. Perusahaan juga dinilai serius menjual produk daripada perusahaan yang dicari di internet pun tidak ada.

Memberi pengetahuan kepada pelanggan tentang produk yang ditawarkan

Beberapa perusahaan membuat kanal atau kategori khusus untuk artikel, berisi pengetahuan yang berhubungan dengan usahanya. Pedagang pakaian bisa menayangkan model pakaian yang lagi tren, tips merawat pakaian supaya awet, jenis-jenis kain yang beredar di pasaran, maupun tips berpakaian berdasar warna kulit dan bentuk tubuh.

Menambah popularitas website dan bisnis

Orang mencari suatu produk di internet biasanya menggunakan Google atau media sosial. Website perusahaan akan muncul di Google dan media sosial. Semakin banyak dan sering orang mencari produk atau nama perusahaan, semakin tinggi pula popularitas di mata Google atau media sosial, bisa masuk halaman pertama di daftar pencarian.

Dengan website, perusahaan lebih mudah mendapatkan pelanggan

Wanita yang sekarang menjadi Social Media Specialist di Niagahoster mengatakan bahwa perusahaan yang memiliki website, 67% lebih mudah mendapatkan calon pelanggan. Konten pun harus selalu update supaya orang yang berkunjung tahu bahwa website perusahaan terawat baik. Menurut beliau update konten setidaknya 3 kali dalam sepekan. Mungkin berat bagi UMKM bila harus update sepekan 3 kali, secara perlahan website di-update secara berkala dari 1 kali sepekan.

Sumber: slideshare.net/NunoCoelho2

Media sosial untuk bisnis

Sebelum membuat akun media sosial untuk bisnis, perhatikan hal di bawah ini, yang secara garis besar menggunakan rumus SAD.

  • Apa tujuan bisnis aktif di media sosial?
  • Tentukan media sosial yang tepat, apakah Instagram, Pinterest, Youtube, Facebook, Twitter, atau semuanya.
  • Siapa pengguna media sosial tersebut?
  • Tentukan konten yang menarik.
  • Kenali sistem yang berjalan di media sosial itu.

Perusahaan biasanya memiliki semua akun media sosial, tapi hanya beberapa saja yang aktif setiap hari. Media sosial perusahaan yang aktif untuk berinteraksi dengan pelanggan adalah Twitter, Facebook, dan Instagram. Youtube digunakan untuk video durasi lebih dari 2,5 menit atau siaran langsung.

Merencanakan konten untuk media sosial

Seperti halnya website, konten media sosial perlu pula direncanakan. Gaya bahasa yang akan digunakan, cara menyapa, cara membalas komentar, perlu dibuat Standart Operational Procedure (SOP). Setelah itu, rencanakan konten yang akan dibuat, bisa harian maupun pekanan. Jangan lupa selalu update berita terkini, jika ada “kegaduhan” di media sosial, sesekali ikut nimbrung numpang promosi. Tetap lihat situasi, jangan semua “kegaduhan” ditebengi promo. Rumus lainnya adalah hindari konten politik.

2 media sosial milik Mark Zuckerberg masih jadi favorit di dunia, konten apa yang bisa dipublikasikan ke dalamnya?

Facebook

Lebih cocok untuk yang sudah berumur, konten lebih condong ke tulisan/cerita daripada video maupun gambar. Buktinya pada status, teks berada di atas konten lainnya. Maksimalkan 485 karakter pertama sebelum terpotong oleh “baca selengkapnya”. Gunakan fanpage yang bisa dikelola oleh beberapa akun admin, bukan akun pribadi yang kadang berisi status alay.

Instagram

Visual jadi kekuatan utama Instagram. Gambar dan video ditempatkan paling atas, sebelum takarir. Selain harus punya gambar dan video yang memanjakan mata; tagar, penentuan lokasi, dan tag akun menjadi senjata untuk pemasaran. Meskipun Instagram membatasi 30 tagar dalam satu posting, sebaiknya gunakan 10 tagar yang relevan dengan konten.

Alasan unfollow akun perusahaan

Wanita berkacamata ini memberi pesan terakhir, supaya menjaga akun media sosial UMKM. Survei Sproutsocial di tahun 2016 menyebutkan akun perusahaan ditinggalkan pengikutnya karena terlalu banyak promosi, menduduki tempat teratas. Diikuti dengan informasi yang tidak relevan, terlalu banyak ngetwit (Twitter), menggunakan kata slang dan jargon yang kurang klop dengan jenama, jarang update, dan tidak pernah membalas komentar.

Infografis alasan berhenti ikuti akun.

Melihat data tersebut, pelaku UMKM diharapkan menghindarinya supaya tidak kehilangan follower. Hilangnya follower bisa diartikan hilangnya kepercayaan mereka pada perusahaan.

Pengetahuan baru, itu yang diberikan Google Gapura Digital di workshop Expo UKM Istimewa 2019. Semoga dapat memajukan UMKM Yogyakarta, dan berharap workshop semacam ini terus ada sebagai update informasi bagi para pelaku UMKM. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar