Menambah Sendiri Kapasitas RAM Notebook

Notebook yang saya gunakan terasa makin lambat. Rasanya hampir nangis saat beberapa hari lalu kerja daring secara realtime, notebook sempat ngelag 10 menit. Tak hanya sekali, tapi beberapa kali dalam rentang 2 jam dengan durasi waktu lebih pendek. Bersyukur kerjaan bisa kelar meskipun kurang optimal, terima kasih juga pada teman daring yang secara tidak langsung membantu menaikkan kerjaan saya 🙂 .

Sistem Operasi yang saya gunakan adalah Ubuntu (masih 16.04 LTS), biasa update berkala hingga pertengahan 2018. Setelah itu hanya peramban yang terupdate, karena hanya itulah yang paling saya gunakan. Permasalahan mulai nampak ketika membuka 10 tab sekaligus di dua peramban (Mozilla Firefox dan Chromium), suara kipas notebook makin kencang dan perpindahan tab 1 ke tab lain mulai ambyar. Agar kinerja notebook tetap optimal, saya hanya menggunakan 1 peramban tapi ternyata tidak menolong.

Sepertinya peramban memakan banyak resource, mencoba downdate sialnya saya tidak menyimpan versi lama dan tidak menemukannya di internet. Jalan terbaik adalah #2019gantinotebook tapi keuangan belum mengizinkan 😀 , terpaksa menggunakan jalan alternatif dengan menambah kapasitas RAM.

Tidak asal beli RAM

Notebook menggunakan RAM Sodimm (Small Outline Dual In-line Memory Module), sedangkan komputer meja menggunakan RAM Dimm. Ukuran dan harga beda, tidak mungkin RAM komputer meja dipasang di notebook, demikian pula sebaliknya.

Penampakan RAM Sodimm di notebook saya seperti gambar di bawah, tertulis di stiker putih RAM 2GB dan PC1333. Keduanya penting menentukan tambahan RAM yang akan saya beli. Tapi apakah stiker ini tipu-tipu? Kita bica cek kebenarannya dengan perangkat lunak.

DDR3 Sodimm 2 GB.

Notebook saya menggunakan prosesor Intel Core i3 dengan RAM DDR3 2GB, itu tertulis di bagian bawah notebook. Masih belum percaya saya menulis perintah di terminal Ubuntu.

sudo lshw

Hasilnya terlihat notebook saya menggunakan prosesor Intel i3-2350M CPU dan sistem memori Sodimm DDR3 Synchronous 1333 MHz (o,8 ns) berukuran 2GiB. Berbekal keterangan seri prosesor, saya mencari spesifikasi prosesor Intel untuk mempertegas RAM yang akan dibeli. Setelah gugling muncullah spesifikasinya seperti berikut ini, lebih lengkapnya bisa baca di tautan prosesor Intel.

Spesifikasi singkat Intel core i3-2350.

Yang harus saya beli adalah RAM Sodimm DDR3 PC 1066 / 1333 dengan ukuran maksimal 16 GB. Bolehkah membeli di luar spesifikasi itu? Bolah-boleh saja asalkan masih DDR3 Sodimm karena slot di motherboard biasanya hanya menyediakan 1 slot jenis RAM, seperti di notebook saya hanya tersedia 2 saluran RAM untuk DDR3. Tapi…. tetap ada tapinya nih, memasang RAM Sodimm DDR3 di atas PC 1066/1333 atau di atas 16 GB akan sia-sia karena prosesor hanya sanggup melayani 16 GB dengan jenis RAM Sodimm DDR3 1066/1333.

Wikipedia telah menyediakan tabel modul RAM DDR3, di situ tertulis DDR3 1333 adalah nama standar yang dibuat oleh Jedec (cari sendiri ya) yang mengacu pada kecepatan data rate. Sedangkan nama modulnya adalah PC-10600 yang mengacu pada transfer rate puncak. 2 patokan itulah yang harus saya cari di pasaran.

Beli RAM bekas

Saya berencana membeli RAM bekas dengan pertimbangan lebih murah, apalagi teknologi notebook saya saya sudah ketinggalan jauh, sehingga (mungkin) tidak terlalu sulit mencarinya di pasaran. Saya sempat bertanya pada teman yang berprofesi buka jasa perbaikan notebook, seri milik saya sudah jarang di pasaran (saking jadulnya di pasaran) tapi harganya sudah murah banget. Benarkah seperti itu?

Beli daring atau luring

Yang jadi acuan saya adalah OLX, tapi kok harga di DI Yogyakarta lebih tinggi dari kota lain? Pindah ke Bukalapak akhirnya ketemu RAM yang saya inginkan di Surabaya, selain lebih murah juga bebas ongkos kirim 😛 . Mengingat anggaran cukup terbatas saya hanya beli RAM 2 GB daripada beli RAM 4 GB, harga RAM 4 GB 2 kali lipat lebih mahal daripada RAM 2 GB.

Kenapa tidak beli luring ke toko komputer? Toko komputer hanya menjual barang baru, hanya toko yang merangkap perbaikan yang biasa menjual barang bekas perbaikan. Saya sudah survei di OLX dimana beberapa akun penjual RAM mengisyaratkan jasa perbaikan notebook, harga lebih mahal dan tidak nego. Dengan beli daring saya juga hemat waktu dan biaya uang bensin.

Memastikan DDR3 bukan DDR3-L

Ini yang agak ribet dan super hati-hati, ada penjual yang diam saja tidak menginformasikan dia menjual DDR3-L (Low Voltage). Keduanya memiliki perbedaan tegangan listrik, DDR3 biasa memiliki tegangan 1,5 V sedangkan DDR3-L memiliki tegangan 1,35 V. Bila notebook dipasang RAM yang salah, maka tidak RAM tidak terdeteksi dan tidak akan menambah ukuran memori.

Tinggalkan komentar