Semua Orang bisa Menjadi CreativePreneur

Creativepreneur jadi kata yang sering didengungkan setahun belakangan oleh beberapa kalangan di Indonesia. Ketika saya cari kata tersebut di mesin pencari Google, Yahoo, maupun Bing, hasilnya kurang memuaskan. Mayoritas artikel berasal dari Indonesia, padahal ingin melihat geliat kata tersebut di negara lain. Saya menggunakan mode standar saat berselancar di internet, tanpa menggunakan proxy maupun VPN. Apakah karena hal tersebut, creativepreneur jarang ditemukan dari negara lain?

Definisi per kata

Creativepreneur dibentuk dari 2 kata yaitu creative + preneur. Creative diserap dalam bahasa Indonesia menjadi kreatif. Preneur menurut kamus daring MacMillan adalah kata yang disambungkan dengan kata lain sehingga membentuk kata baru yang artinya seseorang yang mendirikan dan menjalankan bisnis. Creativepreneur adalah orang yang mendirikan atau menjalankan bisnis dengan cara kreatif, itu definisi paling mudah.

Kamu harus punya ide (milik rawpixel.com).

Kemunculan creativepreneur

Tidak tahu siapa yang pertama kali membuat definisi baru ini, pada awalnya sebagian orang menggunakannya untuk menarik perhatian, membuat buku, presentasi, dan seminar creativepreneur sehingga menghasilkan keuntungan. Keuntungan yang didapat tidak hanya popularitas, tapi juga materi. Creativepreneur baru ada di era digital, sekitar awal tahun 2000an ketika orang mulai tergantung pada teknologi, khususnya internet dan gawai.

Ide cemerlang yang berbeda dengan yang lain

Saya teringat dengan beberapa kelas Mas Imam Subchan di Akademi Berbagi (Akber) Jogja bertahun-tahun lalu, jauh sebelum kata creativepreneur berkibar. Kala itu kata yang populer adalah personal branding. Kata kunci yang selalu saya ingat adalah proses, percaya diri sendiri, dan berbeda dengan yang lain. Menurut saya tidak jauh beda dengan creativepreneur, tinggal ganti kata kunci terakhir dengan kata kreatif, meskipun maknanya tidak berbeda jauh.

Creativepreneur intinya cuma kreatif (milik rawpixel.com)

Kreatif bisa dari gawan bayi, tapi bisa juga yang kreatif karena terlatih. Lihat bagan di atas, bagaimana orang bisa menjadi kreatif. Melontarkan ide memecahkan permasalahan yang ada di sekeliling kita, bisa menjadi sarana berlatih menjadi kreatif. Tidak semua ide dapat terealisasi, tidak semua ide berhasil memberi solusi, keduanya malah menjadi permasalahan yang perlu dipecahkan lagi. Masalahide kreatifsolusi yang tidak berhasil adalah satu mata rantai, begitu terus hingga masalah terselesaikan.

Jangan simpan hanya di pikiran

Bila mau jadi creativepreneur, jangan simpan ide-idemu mengendap di pikiran, nanti malah sakit seperti orang yang memendam rindu. Ungkapkan ide-ide itu kepada orang lain jangan takut ide dicuri orang. Semua orang bisa punya ide yang sama, tapi proses mengeksekusi ide tersebut yang beda. Belum puas mengungkapkan pada orang lain, tuangkan idemu di media sosial. Media sosial yang bagus untuk menuangkan ide adalah Facebook dan Twitter. Karakter di media sosial terbatas sehingga kurang leluasa, perlu wadah yang lebih besar. Tempat yang mengakomodir hanyalah blog atau website, blog kanvaskalbu bisa dijadikan contoh.

WordPress hosting.

Saya menuangkan ide dan meluapkan isi pikiran di kanvaskalbu.com dengan menggunakan WordPress hosting karena menggunakan Cloud Based Hosting, sehingga skalabilitas lebih tinggi dibandingkan dengan shared hosting biasa. Selain itu data disimpan dalam SSD dengan sistem backup mingguan, yang akan secara otomatis dibackup dalam server. 99% pembaca blog ini berasal dari Indonesia sehingga saya memilih hosting Indonesia, harapannya pengunjung blog lebih cepat mengakses halaman per halaman karena hosting blog berada di negara sendiri.

Kepepet menjadikan orang lebih kreatif

Orang kepepet jadi lebih kreatif, banyak kisah di sekitar kita yang menyebutkan hal tersebut. Cerita fiktif serial televisi Macgyver bisa jadi contoh orang yang selalu kepepet dwaktunya yangalam tiap episode. Trans 7 pernah menayangkan versi lama Macgyver di tahun 2018, sayangnya ditayangkan dini hari. Versi reboot meskipun tidak sebagus versi asli, saat ini sudah menginjak season 5.

Saat kepepet, Macgyver membuat suatu alat dari barang-barang di sekitarnya menjadi solusi permasalahan yang dihadapi. Meskipun punya kecerdasan luar biasa, Macgyver tidak menjadi seorang creativepreneur karena dia tidak tinggal di Indonesia.

Promosi secara daring sudah bisa dikatakan creativepreneur

Pengusaha apapun bisa mendapat julukan creativepreneur, siapapun juga bisa memberi julukan tersebut. Contohnya bisa dibaca di berita detikcom pada 10 Januari 2018 lalu. Pembicara yang diundang ada pengusaha kuliner, yang menunya umum dijumpai di masyarakat. Kok mereka bisa dikatakan creativepreneur? Suka-suka penyelenggara mau mengundang dan memberi label tersebut πŸ˜› . Menu kuliner biasa saja tapi mereka melakukan promosi daring dengan kreatif.

Disebut creativepreneur karena menggunakan media sosial.

Bentuk promosi apapun asalkan kreatif, jadi viral, dan usahanya sukses sudah bisa disebut creativepreneur. Semudah itu kah? Tentu saja tidak, seperti yang telah disampaikan di atas, kreatif perlu waktu dan proses. Membuat materi kreatif tak semudah menunjukkan jari, apalagi materi promosi dilakukan setiap hari. Karena itulah perlu tim promosi dan kreatif dalam suatu usaha.

Menjadi kreatif itu mudah

Era internet mempermudah kita jadi kreatif. Kita bisa belajar kreativitas orang lain dari media sosial Twitter, Facecebook, Youtube, Instagram. Atau membaca gagasan orang seantero jagad di blog maupun media siber. Jangan menjiplak karya mereka, cukup jadikan mereka inspirasi. Amati Tiru Modifikasi (ATM) dengan menyesuaikan situasi dan kondisi sekitar kita, sudah menjadi satu bentuk kreativitas.

Contoh masyhur prinsip ATM adalah Go-jek, konsep ride sharing juga dimiliki atau malah lebih dulu Uber. Namun karena perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini direalisasikan di Indonesia, dengan sedikit modifikasi (meluncurkan kendaraan roda dua lebih dahulu) maka dia dianggap kreatif. Berawal dari Go-jek, muncullah Go- Go- lainnya yang membuat Nadiem dijuluki salah satu creativepreneur Indonesia.

Nadiem Makarim (milik cnbc.com).

Creativepreneur hanya sebuah kata, yang penting tetap berwirausaha

Siapa saja bisa menjadi creativepreneur, dimana itu hanyalah sebuah kata bukan gelar maupun jabatan. Tidak perlu dipusingkan dengan sebutan dan julukan A-Z bagi pelaku usaha, yang terpenting adalah tetap berwirausaha, sambil tetap melakukan inovasi agar tetap bertahan mendatangkan keuntungan.

Referensi:
Kamus macmillan

Tinggalkan komentar