Categories
Ulasan

Kurir Ninja tidak Secepat Seperti di Film

Pasar daring di Indonesia setahun belakangan perang harga ongkos kirim. Situasi ini memberi banyak pilihan kepada konsumen memilih ekpedisi (termurah dan sampainya tidak telat). Saya termasuk yang memanfaatkan potongan harga ongkos kirim ini, lumayan kan selisih sepuluh hingga dua puluh ribu rupiah. Mau ongkos kirim berapa pun tidak masalah asalkan jumlah total yang dibayarkan paling murah, di antara banyak pilihan penjual dan pasar daring :mrgreen: .

Tiga pekan lalu saya mencoba menggunakan jasa ekspedisi jaringan internasional, yang telah beroperasi di beberapa negara Asia Tenggara. Mereka menawarkan potongan ongkos kirim lumayan lah…, bisa untuk beli semangkuk mie ayam. Kebetulan penjual memberi opsi layanan ekspedisi ini, gayung pun bersambut karena saya lagi “marahan” dengan ekspedisi merah (baca: Pengiriman dengan Ekspedisi Merah, Semakin Lama Sampai), yang sama-sama sering memberi potongan ongkos kirim. Dengan potongan harga, penggunaan ekspedisi berlogo wajah manusia dikrukupi ini jadi lebih murah daripada lainnya.

Hasil pelacakan ekspedisi.

Ekspektasi saya terlalu berlebih, ternyata hampir sama dengan si merah. Dari awal sudah ada kerisauan menghantui, kenapa? Pertama penjual slow respon, memang fisik barang yang saya beli relatif besar sehingga butuh waktu agak lama membungkusnya. Kedua, ketika barang sudah siap kirim di hari kedua (setelah saya bayar), pihak ekspedisi tidak segera menjemput barang di penjual. Baru keesokan harinya pesanan saya diambil dari penjual, artinya barang baru masuk ke ekspedisi pada hari ketiga saya membayar pesanan :angry: . Hal ini saya ketahui dari informasi pelacakan internal.

Tangkapan layar di atas sudah cukup mewakili, bahwa sistem pelacakan selalu diperbarui di kota pengirim. Namun setelah barang sampai di gudang, jantung dipaksa berpacu lebih cepat karena minimnya pembaruan pelacakan. Sampai akhirnya saya tahu, pesanan sudah sampai di Jogja dan sedang dalam proses pengiriman ke penerima. Itu pukul 07.18 WIB di hari keenam setelah saya bayar pesanan.

Parahnya, dari laporan pelacakan barang sampai di tujuan pukul 17.06 WIB, dan diterima olehh saya sendiri. Padahal saya tidak menerimanya!. Hari berikutnya, baru saya tanyakan ke beberapa orang, ternyata pesanan saya dititipkan ke toko kelontong 🙁 .

Pengiriman barang dari Jakarta ke Jogja butuh waktu 4 hari, ditambah kerisauan tidak bisa melacak barang sampai di mana. Yang mengherankan juga (lihat gambar), barang dibawa kurir dari pukul 7.18 WIB, kenapa sampai di tangan saya pukul 17.06 WIB? Jogja itu kota kecil lho, bisa lebih cepat dari itu. Dari pengalaman ini, ekspedisi Ninja tidak direkomendasikan bagi yang sangat membutuhkan kepastian dan ketepatan waktu terima barang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *