Hal yang Membuat Saya Unfollow

Melanjutkan artikel “follow” sebelumnya, sekarang saya bocorkan beberapa hal yang menyebabkan saya “unfollow” sebuah akun Twitter ;). Harap yang saya unfollow memakluminya karena ini adalah prinsip :P.
1. Tweet/Retweet Ramalan
Beberapa kali ketahuan meretweet kicauan tentang ramalan dan perbintangan langsung unfollow.
2. Tweet Alay
Penggunaan aq, og, dan singkatan-singkatan yang tidak lazim digunakan membuat puyeng saat membacanya. Daripada kepala pusing lebih baik unfollow saja.
3. Pacaran di Twitter
Memangnya dunia twitter hanya milik berdua? Setahu saya Twitter diciptakan bukan untuk dua orang yang berpacaran, tidak mungkin mereka membeli Twitter, punya duit berapa emang? Kata-kata mesra, panggilan “sayang, beib”, membuat mata saya sepet. Saya yakin kalau sudah menikah mereka tak akan memanggil dengan panggilan begitu, misalkan ada… itu hanya di sinetron.
4. Berjualan tanpa Etika
Tanpa etika yang saya maksud salah duanya yakni kicauannya hanya jualan sambil mention akun, dan berlangsung tiap hari.
Itulah 4 prinsip saya meng-unfollow  akun-akun twitter. Semoga anda bukan orang yang masuk golongan di atas.

Hal yang Membuat Saya Follow Sebuah Akun

Social Media Twitter begitu cetar membahana dan membuat saya terperdaya olehnya 🙂 . Ada beberapa syarat (pribadi) yang saya gunakan sebagai acuan dalam memfollow sebuah akun. Kelihatan lebay ya? Tapi hal ini saya perlukan untuk tetap konsisten di dunia social media #cieee bahasanya 😛 . Apa saja syarat agar suatu akun saya follow? Simak berikut ini;

1. Memberi Manfaat
Manfaat bersifat relatif, saya dengan pembaca mungkin berbeda persepsi tentang asas manfaat. Saya menyukai akun yang sering memberikan informasi seperti akun portal berita atau sering bagi-bagi hadiah :D.
2. Tidak Mencela dan Asusila
Akun yang suka mencela dan misuh tidak akan saya follow, apalagi ditambah dengan kicauan mengandung kata-kata asusila dan gambar tidak senonoh.
3. Bukan Menawarkan Dagangan Saja
Seringkali saya menjumpai akun hanya jualan melulu, males dong baca timeline penuh dengan jualan,, apalagi dimention :(.
4. Hanya Bisa Retweet
Tidak tahu apa yang akan di-“kicaukan”, bisanya retweet melulu,, #capekdeh.
5. Bukan Motivator
Motivator bisasanya lebay, yang dikatakannya bukan dari hati. Kenyataannya banyak yang bertentangan dengan apa yang telah disampaikan.
Itulah yang menjadi pertimbangan saya follow sebuah akun twitter, semoga anda salah satunya :D.

Perkenalan

Semoga artikel yang ada di sini bermanfaat bagi para pembaca. Kanvas Kalbu adalah blog pribadi yang tidak mewakili satu partai apapun di dunia ini.

Yogyakarta, Indonesia adalah awal mula blog ini berdiri. Tempat dimana potongan kisah kehidupan dimulai. Di Kanvas Kalbu cerita itu terukir menjadi memori.

Untuk mendapatkan update terbaru blog ini bisa mengikuti twitter resmi kami maupun jaringan Oveys Network.
Wassalam.
Admin