Beli Mobil Bekas Agar Bisa Mengemudi

mobil
(colourbox.com/admin)

Seorang teman nekat beli mobil bekas beberapa pekan lalu agar bisa belajar mengemudi sepuasanya. Banyak yang heran bahkan beberapa kerabatnya juga tidak habis pikir dengan keputusan teman saya tersebut. Tapi jika dicermati lebih mendalam, yang dilakukannya tepat. Kenapa? Karena dengan punya mobil dia punya semangat berlipat untuk cepat bisa mengemudi.

Belajar mengemudi dulu baru beli mobil juga bisa, tapi semangatnya tidak setinggi saat dia memiliki mobil terlebih dahulu. Buktinya teman saya ini belajar mengemudi dari kursus mobil resmi hingga tetangga rumah.. dilakukan siang dan malam!! Dia memang punya banyak waktu luang karena wiraswastawan sukses, semua sudah dihandle anak buah jadi dia bisa belajar kapan saja. 🙂

Hampir sama dengan saya, saya dulu tidak tahu menahu tentang smartphone dengan touch screen-nya. Katrok banget saat beli karena tidak bisa membuka kunci dan bingung dengan menu-menunya :). Alhamdulillah setelah membeli smartphone murah saya bisa menggunakannya dengan lancar :).
Kasusnya memang tidak sama, teman saya tidak berniat menjadi supir perusahaan melainkan supir keluarga. Sah-sah saja dia beli mobil duluan meskipun belum bisa menyetir, berbeda dengan orang yang menjadikan supir sebagai pekerjaan utama seperti supir mobil, truk, atau bus.
Tips nekat ini mungkin berguna bagi anda, silahkan dicoba 🙂

Umroh Gratis itu Benar-benar Ada

Banyak saya jumpai panflet, selebaran, dan poster iklan yang mengajak muslimin pergi umroh tanpa mengeluarkan biaya. Namun ternyata setelah ditelusuri ternyata bisa pergi umroh gratis setelah mendapatkan beberapa downlink :). Benar.. mereka menerapkan sistem Multi Level Marketing dan yang ketiban sial adalah yang paling bawah :P.
Tapi ada yang menawarkan umroh gratis dengan syarat hafal beberapa surat Al Qur’an dan rajin shalat 5 waktu berjama’ah di masjid. Silahkan baca link berita KRJogja (berita sudah dihapus, tapi masih ada di hidayatullah) ini, dan ada juga posternya :).

Read More

Pura-pura Sakit

Pernah mendengar, melihat, atau membaca tersangka kasus korupsi mendadak sakit saat akan dipanggil dimintai keterangannya oleh penyidik KPK? Saya sering, banyak yang menganggap hal itu adalah cara untuk mangkir dari kewajiban. Apakah memang demikian?
Sakit bisa terjadi karena stress memikirkan kasus yang menimpanya atau stress menghafalkan jawaban pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan penyidik :). Bisa juga karena melihat lawan jenis yang oke lalu tiba-tiba sakit (sinetron banget).
Saat saya masih sekolah dulu, sudah ada yang menggunakan modus sakit, alasannya macam-macam dari malas ikut pelajaran olahraga, malas upacara, belum buat PR, dan malas ikut pelajaran.
Ada lagi pura-pura sakit karena ingin mangkir dari kewajiban yang akan diemban, contohnya adalah ketika dalam sebuah kelompok si A ditunjuk untuk menimba air di sumur. Seketika itu juga ia mengeluh sakit perut. Dan contoh seperti ini bisa dilihat di beberapa sinetron kita :mrgreen:.
Sepertinya ada yang salah dalam pendidikan kita yang bahkan sudah diajarkan sejak balita untuk tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu jika kita sudah menjadi orang tua, jangan ajarkan anak kita berkelit dari masalah yang menimpa tapi ajarkan untuk bertanggung jawab pada semua yang dikerjakannya.
paket umroh kanvaskalbu

Pengen Secepatnya Pergi Haji dan Umroh

Semalam, mantan teman SMA saya bercerita dia baru pulang dari ibadah umroh bersama keluarga. Wah, rasanya campur aduk antara suka dan ghibthoh. Kenapa saya belum mendapat kesempatan pergi ke tanah suci?
Niat pergi haji dan umroh sudah diikrarkan sejak lama tapi sampai sekarang belum terlaksana. Ini menjadi bahan instropeksi bagi saya agar lebih banyak berdo’a dan berusaha agar cepat menjadi kenyataan.

Read More

Antara Kepo, Stalker, dan Secret Admirer

Beberapa tahun belakangan istilah “kepo” begitu digandrungi masyarakat Indonesia terutama kalangan remaja. Ternyata terdapat “benang merah” antara kepo, secret admirer, dan stalker. Sudah banyak artikel blog yang membahas ketiganya dan saya juga tidak mau ketinggalan :). Inilah “benang merah” ketiganya menurut pendapat saya dengan tanpa teori :mrgreen:.
Kepo atau “Knowing Every Particular Object” pasti dimiliki setiap orang, hanya kadar ke-kepo-annya berbeda. Menurut saya kepo itu seperti wartawan, reporter, atau anchor, anouncer. Jika tidak punya sifat kepo mendingan jangan berprofesi yang disebut di atas deh… tidak bakalan sukses! 😉
Kepo yang paling nyebelin adalah gosip infoTaiment, tidak percaya? Cobalah sekali-kali jadi artis dan buatlah sedikit sensasi. Nanti kau akan dikejar-kejar wartawan yang butuh berita. Jika kau tidak kuat jadi seleb baru, pasti kau akan bete :).
Stalker adalah pelaku stalk dalam bahasa Inggris, yang bisa diterjemahkan dengan mengejar atau membuntuti. Istilah ini di lingkungan saya, sekarang populer untuk menyebut orang yang suka “nginthil” secara diam-diam.
Sering banget adegan “nginthil” tanpa ketahuan ini ada di sinetron meskipun terlihat super lebay. Di dunia maya istilah ini juga dikenal untuk orang yang memata-matai target, misalnya saja memata-matai gebetan :). Biasanya stalking dilakukan di social media.
Terus apa hubungannya dengan Secret Admirer? Secret admirer atau pemuja rahasia cenderung melakukan kepo dan stalking. Ini dilakukan untuk mengetahui kegiatan idola/target.
Siapa saja bisa menjadi secret admirer, orang yang tidak berani mengungkapkan perasaan (cinta?) adalah salah satunya :p. Atau di zaman serba internet ini, secret admirer melanda pembaca setia suatu blog atau note facebook seseorang. Dia akan mencari tahu apa saja tentang idolanya dengan berkomentar atau searching.
Secret admirer selalu kepo dan stalking, tapi kepoer dan stalker tidak selalu seorang secret admirer.