Beli Mifi XL Go Segel tapi Kartu sudah Hangus

Niatan beli mobile wifi (mifi) sudah muncul sejak awal tahun tapi tidak segera terealisasi. Awalnya ingin membeli ZTE MF90 bekas Bolt, saya tunda-tunda membelinya malah harganya semakin naik. Hal tersebut disebabkan permintaan tinggi sedangkan barang semakin menipis. Mifi tersebut tidak berbentuk tapi memiliki banyak keunggulan, kekurangannya hanyalah tanpa layar dan kecepatannya category 3; dimana sekarang sudah mulai tertinggal. Read More

Keliru Membeli Monopod Votre SM-04 yang Pendek

Jalan Afandi (Gejayan) Yogyakarta kutelusuri awal Mei 2017, mencari toko asesoris gawai yang direkomendasikan teman. Backdoor gawai saya pecah dan saya ingin menggantinya. Beberapa waktu sebelumnya sudah mencari di semua toko asesoris gawai di Jalan Kranggan tapi tidak ada yang menjualnya. Kata teman saya, coba cari di daerah Gejalan sebelum Selokan Mataram (dari arah selatan).

Motor sudah berjalan pelan tapi tetap keblabasen juga, akhirnya motor saya parkir di Mirota Gejayan, mau balik arah malas banget, menurut saya lebih baik jalan kaki sebentar ke selatan. Ternyata jauh juga, lebih dari 200 meter saya berjalan kaki dan ketemulah sebuah toko asesoris di sisi barat jalan (namanya lupa).

Kardus Votre SM-04.

Saya menanyakan backdoor (tutup belakang) serie gawai kepada penjaga toko, dicarinya dan ada…. tapi harganya kurang masuk akal menurut saya; Rp. 43.000 jauh dengan yang dijual di pasar online yang hanya berkisar Rp. 25.000an dan sama-sama bukan barang asli buatan vendor. Saya coba menawar harga tapi penjaga toko menolak dengan alasan harga jualnya sudah segitu (mungkin mengambil untung tidak banyak).

Tongsis monopod Votre SM-04.

Gagal mendapatkan harga murah backdoor, saya bertanya tongsis yang agak bagus. Mas penjaga toko dengan mantab menjawab semua tongsis bagus dan harganya murah karena grosir. Dia menunjukkan tongsis yang ada di tokonya sambil berkata, “Rp. 10.000.”

Saya mengernyitkan dahi, tongsis (atau bahasa kerennya monopod) harga Rp. 10.000 pastilah kualitasnya tidak begitu bagus. Saya coba memanjangkannya, kok sepertinya kalah panjang dengan tongsis teman? Tapi karena saya butuh tongsis untuk digunakan hari itu, terpaksa membelinya satu buah.

Monopod dtegakkan.

Ukurannya 20 cm yang jika dipanjangkan menjadi 80 cm, sudah termasuk holder. Pengoperasian tongsis ini menggunakan kabel dan jack yang harus dipasangkan pada lubang headset gawai. Pada pegangan terdapat tombol untuk memotret.

Panjang maksimal monopod Votre SM-04.

Setelah saya coba, dengan format 4:3 tongsis ini hanya memiliki jangkauan memotret 3 orang duduk berdesakan. Dengan mayoritas berbahan plastik dengan 1 sumbu, holder agak riskan patah mengangkat gawai berat. Kelebihan tongsis ini adalah bisa dimasukkan kantong kemeja.

Beli Tripod Gawai Tefeng

Baru-baru ini saya membeli Tripod gawai murah, hanya Rp. 50.000. Budget saya tidak banyak, maka dari itu beli yang murah, dan saya hanya memiliki gawai hadiah. Kebutuhan tripod saat itu untuk mengikuti tantangan memotret malam hari dengan gawai, meskipun pada akhirnya saya tidak menang karena gawai saya tidak bagus digunakan untuk memotret malam hari.

Incaran saya hanya tripod Weifeng WT-3110a, tapi yang dikirim toko adalah merk Tefeng; merk antah berantah yang bisa diganti dengan merk apa saja, asal mau buat kardus dan stiker. Saya beli online karena toko-toko di Jogja menjual dengan harga kurang manusiawi; Rp.75.000-120.000 dengan kualitas sama.

Pilih toko online

Setelah pilih-pilih di Bukalapak dan Tokopedia, saya menemukan harga yang paling murah Rp. 47.500 tapi jika ditambah dengan ongkos kirim ke Jogja harganya kalah murah dengan toko yang menjual dengan harga Rp. 50.000. Toko B tempat saya membeli bermarkas di Surabaya dan memiliki sejumlah toko online. Setelah membandingkan Bukalapak dan Tokopedia, saya pilih beli di Tokopedia karena ongkos kirimnya lebih murah, padahal tokonya sama. Perbedaannya adalah di Tokopedia dia memiliki opsi kurir JNE regular. Kalau hari kedatangannya sama, kenapa tidak pilih yang lebih murah?

[Baca Selalu Memilih JNE Express sebagai Ekspedisi Jual Beli Online]

Pelayanan Toko B kurang memuaskan, lemot… 2 hari setelah transfer, barang baru dikirim sehingga tantangan memotret melewati deadline.

Tefeng TF-3110

Namanya juga barang murahan, dilarang ekspektasi setinggi langit. Material dari alumunium dan plastik. Dalam kardus dilengkapi dengan tas kain dan holder gawai. Ukuran tripod dalam kardus 35 cm, jika kakinya β€œngangkang” atau dibuka agar bisa berdiri di lantai, tingginya berkurang menjadi 34,5 cm.
Tefeng TF-3110.
3 kakinya bisa dipanjangkan 3 tingkat menjadi 80 cm, demikian juga lehernya bisa dipanjangkan sehingga tinggi tripod menjadi 102 cm. Untuk mengeksplore tripod Tefeng ini, jangan ragu untuk mengendorkan dan mengencangkan skrup yang terpasang. Di situlah point penting jika kamu ingin menggunakan tripod secara optimal.

Kebetulan tripod milik saya tidak presisi, pembuatnya asal-asalan melubangi alumunium untuk skrup. Jika ditarik semua hingga 102 cm, tripod akan berdiri miring tidak berdiri 90 derajat dari tanah. Demikian juga dengan waterpass, pemasangannya juga asal-asalan sehingga tidak berguna sama sekali.

Tertarik dengan tripod gawai ini, jangan terlalu berharap dan jangan terlalu kecewa. Harga miring kualitas miring.

Harga Gawai di Pameran Lebih Murah?

Pameran gawai dan komputer Apkom yang diselenggarakan di Jogja Expo Center sejak beberapa hari lalu tidak begitu menarik masyarakat untuk berkunjung. Biasanya pengunjung sampai berdesakan saat berjalan di sepanjang koridor, kali ini saya bisa leluasa melewatinya. Cuaca di Jogja saat ini kurang bersahabat dengan sobat motor, hujan turun tiap hari.

Kurang dari 10 stand yang menjual gawai, sehingga kurang banyak pilihan dan tempat membandingkan harga. Dengan tiket masuk Rp. 5.000/orang dan parkir motor Rp. 2.000 sampai jam 23.00 WIB, saya masuk bersama teman untuk membeli gawai. Karena kurang banyak pilihan maka kami pindah ke Jogjatronik; supermarketnya gawai dan komputer.

Harga toko lebih mahal daripada pasar online

Di pameran saya bertanya pada para stand asesoris gawai. Di situ dijual tripod alumunium gawai yang saat ini lagi hits: Weifeng 3110A. Di salah satu stand harganya Rp. 120.000, di beberapa stand lain Rp. 80.000. Saya tertawa dalam hati karena baru saja beli di salah satu pasar online. Harga tripod tersebut hanya di kisaran Rp. 50.000 di agen, saya mendapatkan barang yang sama dengan harga Rp. 63.000 termasuk ongkos kirim. Apakah toko di Jogja beli eceran, lalu dijual kembali dengan selisih harga di atas Rp. 10.000?

Pindah ke Jogjatronik

Di Jogjatronik, gawai inceran ternyata jarang dijumpai. Saya lupa, sepertinya ingin beli Asus Zenfone Go 5 inchi yang sudah 4G. Setelah berputar dari toko ke toko, bertemulah dengan pemilik toko gawai yang mau blak-blakan masalah harga.

Jogjatronik.

Mas pemilik toko bertanya kepada teman saya, mau beli merk apa dan sudah mendapatkan harga berapa? Teman saya menjawab 1,6 juta sekian. Mas pemilik toko dahinya berkerut menanyakan, dapat di toko mana? Terus terang saja teman menjawab harga dapat di pameran.

Mas-mas tadi tidak heran, malah menekankan kalau harga pameran adalah harga rugi, penjual tidak untung dan hanya mengharap bonus penjualan. Biasanya dia juga ikut pameran tapi kali ini tidak karena sudah diprediksi sepi. Menurut dia, sepinya pameran karena Jogja tiap hari hujan sehingga malas bepergian.

Ketika teman saya bertanya bisakah mendapat harga seperti di pameran? Mas pemilik toko menjawab tidak bisa, harganya tidak bisa mentok seperti pameran… lebih mahal dari harga pameran Rp. 25.000. Setelah mengitari Jogjatronik 2 jam, akhirnya terbeli juga Asus Zenfone Go Rp. 1,7 juta.

Lebih murah pameran
Dari pengalaman kemarin, terutama pengakuan mas pemilik toko gawai kesimpulannya adalah harga gawai saat ini lebih murah di pameran. Tapi harga pameran belum tentu lebih murah daripada belanja di pasar online, betul? 😀