Semua Orang bisa Menjadi CreativePreneur

Creativepreneur jadi kata yang sering didengungkan setahun belakangan oleh beberapa kalangan di Indonesia. Ketika saya cari kata tersebut di mesin pencari Google, Yahoo, maupun Bing, hasilnya kurang memuaskan. Mayoritas artikel berasal dari Indonesia, padahal ingin melihat geliat kata tersebut di negara lain. Saya menggunakan mode standar saat berselancar di internet, tanpa menggunakan proxy maupun VPN. Apakah karena hal tersebut, creativepreneur jarang ditemukan dari negara lain? Read More

Jualan UMKM Laris dengan Content Writing yang Menjual

Salah satu kelemahan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pemasaran dalam jaringan (daring atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata online) adalah terlalu frontal. Langsung memasang foto produk dan harga, seperti ketika berjualan di toko. Cara-cara begiitu tidak begitu disukai banyak orang. Pernah lihat penjual barang di pasar tiban berbicara dengan pengeras suara, sambil memperagakan cara penggunaan barang yang dijual? Begitulah yang disukai orang di dunia daring, bahasa kerennya soft selling; promosi secara halus. Bagaimana cara promosi secara halus di dunia daring? Dengan menguasai content writing, menulis konten penjualan. Read More

Menciptakan Generasi Tangguh

Rabu lalu, 3 Oktober 2018 saya menghadiri kuliah umum seorang dosen ekonomi syariah lulusan doktoral luar negeri. Agak telat datang karena ruas jalan yang seharusnya dilalui ternyata ditutup. Seperti prediksi sebelumnya, pesertanya membludak melebihi kapasitas ruangan. Dari pengakuan beberapa peserta, mereka rela jauh-jauh menempuh lebih dari 200 km untuk menimba ilmu dari beliau. Kesempatan ini juga saya gunakan sebaik-baiknya, mengingat beliau sangat jarang mengisi di Yogyakarta. Alhamdulillah masih mendapatkan tempat meskipun tidak satu ruangan dengan pemateri. Read More

Beli Celana tidak Sesuai Ekspektasi, Terus?

Baru saja saya membeli celana baru, karena satu celana saya robek. Tidak ketahuan kenapa bisa robek, waktu treking atau waktu hujan deras lalu tergores benda tajam. Tapi memang sudah memasuki usia senja, beberapa lama lagi pasti harus ganti.

Usaha membeli celana sudah saya lakukan pekan lalu, kebetulan kerabat punya hajat alangkah baiknya memakai pakaian yang layak. Toko tempat membeli celana sebelumnya, sudah tidak menjual celana lagi. Saya lalu mencari di internet, mencari toko terdekat siapa tahu ada dan harganya cocok. Kenapa saya repot-repot mencari di internet? Toh di supermarket banyak celana baru. Yang jadi permasalahan adalah biasanya celana-celana tersebut terlalu sempit dan terlalu panjang.
Celana baru yang terciduk.

Siang tadi, ketemu juga toko yang sepertinya punya stok banyak model celana. Beberapa hari lalu mencari alamat tersebut tidak ketemu, rupanya pemilik tidak memasang atribut dan ruang pamernya kecil. Kelihatannya, jualan celana hanya sebagai sambilan, bukan profesi utama.

Ketika mau masuk ke toko, pintunya terkunci dan baru dibuka saat saya putus asa ingin beranjak pulang. Hanya saya yang datang ke toko berukuran 3×4 meter. Model celana bagus-bagus tapi harganya relatif mahal bagi saya, semua celana sama harganya.
Saya bulatkan tekad membeli, sekali-kali mahal tidak mengapa. Model celana yang jadi pilihan nyatanya habis stock, saya harus memilih model dan bahan lain. Meskipun kurang sreg, akhirnya saya memilih satu.
Sampai di rumah, olala…. saat dicoba rupanya bagian paha terlalu sempit, pergerakan saya jadi tidak nyaman. Ukuran nomor ternyata tidak standar, lebih kecil, berbeda dengan celana saya lainnya. Kecewa dan bingung, bagaimana pertanggungjawaban uang yang saya keluarkan? Celana mau dipakai, terlalu kecil, menjadikan harga celana tersebut lebih mahal dari semestinya.
Adakah solusi tepat untuk menyelesaikan masalah ini?

Benarkah Blogdetik akan Shutdown? [Sebuah Tanya]

Lomba blog yang dulu sering diadakan Blogdetik terus berkurang, lomba ikonik Blogdetik Ngablogburit yang selalu diadakan selama bulan Ramadhan raib di tahun 2017. Admin yang dulu rajin mengunggah artikel pilihan di halaman Blogdetik pun tak lagi mengunggah. November 2017 admin mengimbau supaya pemilik akun Blogdetik membackup semua tulisan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Pertengahan Januari 2018, Detik membuat event Blogdetik Kopdar Pamitan: Akhiri dengan Indah pada tanggal 20 Januari 2018 di PIC Creative Room Mal Kuningan City Lt. 2 Jakarta. Saya semakin bertanya-tanya, apakah benar Blogdetik akan dishutdown? Melihat judul event dan siapa saja yang akan hadir, sepertinya itu adalah pertanda.
Kopdar pamitan.

Sebagai pengguna Blogdetik sejak 2009, banyak kenangan yang hadir di sana. Lomba blog yang saya menangkan, hampir semuanya menggunakan Blogdetik. Kecuali 2 di platform lain, itupun menang karena saya satu-satunya yang posting tulisan. Saya bisa tahu blogger-blogger handal dari Blogdetik, pun ilmu menulis blog yang sekarang tidak saya amalkan #maaf. Teringat juga ketika banyak hujatan di suatu artikel karena saya menulis kejanggalan adegan salah satu film Indonesia.

Bila akhirnya Blogdetik akan dishutdown, dengan lapang dada saya terima. Maafkan atas sikap saya selama ini, mohon izin tidak bisa hadir di Kopdar Pamitan. Terima kasih atas semuanya, tak ada kata yang bisa terucap lagi.

Tautan event: https://event.detik.com/99-kopdar-pamitan-akhiri-dengan-indah