Ganti Gadget, Aplikasi Messenger Minta Nomor Lagi

Ilustrasi
(watblog.com/admin)
Gadget saya rusak dan harus masuk bengkel, otomatis layanan messenger di gadget saya juga terhenti. Tak ingin meninggalkan kolega berlama-lama akhirnya saya berinisiatif menginstall aplikasi messenger tersebut ke Tablet PC. Selama ini memang Tablet PC saya tidak saya install messenger karena beda teknologi seluler, gampangannya satu GSM, satunya lagi CDMA.

Disinilah ternyata problem muncul. Beberapa aplikasi messenger meminta kembali registrasi menggunakan nomor ponsel, padahal saya sebelumnya (di gadget lama) sudah registrasi dengan menggunakan email. Artinya data saya sebenarnya sudah ada di data center mereka, tapi kenapa saya harus memasukkan nomor ponsel lagi?

Aplikasi yang meminta registrasi nomor ulang adalah KakaoTalk dan Line. Kedua aplikasi ini meminta nomor ponsel kembali padahal saya sudah terdaftar sebagai member mereka via email. Sebenarnya tidak masalah memasukkan nomor baru, hanya saja saya tidak memiliki (baca: ogah beli) simcard untuk Tablet PC saya. Saya hanya memanfaatkan Tablet PC di area hotspot, karena pemborosan mempaketkan data beberapa operator dalam waktu bersamaan.
Satu aplikasi yang menyimpan data saya adalah Wechat, hanya aplikasi inilah yang dapat saya gunakan di Tablet PC tanpa registrasi ulang nomor ponsel. Saya hanya cukup memasukkan email yang terdaftar untuk dapat menggunakan messenger ini kembali di gadget lain.
Dari kasus ini, saya menarik kesimpulan jika sering berganti-ganti gadget lebih mudah urusannya jika menggunakan app messenger Wechat dibandingkan kompetitor lain.

Berapa Akun Socmed-mu?

Ilustrasi
(insightmarketingsolutions.net/admin)
Akhir-akhir ini banyak Social Media baru bermunculan, mereka ingin mendulang kesuksesan seperti halnya Facebook dan Twitter. Apakah user harus memiliki akun semuanya? Tentu saja tidak ada keharusan, namun kita pasti tergoda mencoba socmed baru bukan? Saya tidak tahu pasti ada berapa situs socmed sekarang.. terlalu banyak :)). Saya hanya yakin, kita pasti memiliki minimal 1 akun socmed terpopuler Facebook atau Twitter, atau keduanya.

Kenapa keduanya begitu populer? Salah satunya adalah banyaknya perusahaan atau orang yang menyebarkan kuis berhadiah di kedua socmed tersebut :). Untuk itulah beberapa orang memiliki akun lebih dari satu di satu socmed.

Penting ya punya beberapa akun? Bisa dikatakan penting jika sering ikutan kuis dan lomba live twit.. hehe. Terkadang perlu beberapa akun Twitter untuk me-RT twit yang ikut lomba. Atau yang lebih vulgar adalah akun yang bertugas nyepam akun user lain agar me-RT, follow.. haha.
Sebenarnya semua tergantung kebutuhan, tidak ada yang melarang kita memiliki akun Facebook, Twitter, Google plus, Path, Instagram, Vine, dan lain sebagainya. Yang penting adalah update secara berkala, jangan sampai hanya ninggal username saja :).

Antara Kepo, Stalker, dan Secret Admirer

Beberapa tahun belakangan istilah “kepo” begitu digandrungi masyarakat Indonesia terutama kalangan remaja. Ternyata terdapat “benang merah” antara kepo, secret admirer, dan stalker. Sudah banyak artikel blog yang membahas ketiganya dan saya juga tidak mau ketinggalan πŸ™‚ . Inilah “benang merah” ketiganya menurut pendapat saya dengan tanpa teori :mrgreen: .

Kepo atau “Knowing Every Particular Object” pasti dimiliki setiap orang, hanya kadar ke-kepo-annya berbeda. Menurut saya kepo itu seperti wartawan, reporter, atau anchor, anouncer. Jika tidak punya sifat kepo mendingan jangan berprofesi yang disebut di atas deh… tidak bakalan sukses! πŸ˜‰

Kepo yang paling nyebelin adalah gosip infoTaiment, tidak percaya? Cobalah sekali-kali jadi artis dan buatlah sedikit sensasi. Nanti kau akan dikejar-kejar wartawan yang butuh berita. Jika kau tidak kuat jadi seleb baru, pasti kau akan bete πŸ™‚ .

Stalker adalah pelaku stalk dalam bahasa Inggris, yang bisa diterjemahkan dengan mengejar atau membuntuti. Istilah ini di lingkungan saya, sekarang populer untuk menyebut orang yang suka “nginthil” secara diam-diam.

Sering banget adegan “nginthil” tanpa ketahuan ini ada di sinetron meskipun terlihat super lebay. Di dunia maya istilah ini juga dikenal untuk orang yang memata-matai target, misalnya saja memata-matai gebetan πŸ™‚ . Biasanya stalking dilakukan di social media.

Terus apa hubungannya dengan Secret Admirer? Secret admirer atau pemuja rahasia cenderung melakukan kepo dan stalking. Ini dilakukan untuk mengetahui kegiatan idola/target.

Siapa saja bisa menjadi secret admirer, orang yang tidak berani mengungkapkan perasaan (cinta?) adalah salah satunya πŸ˜› . Atau di zaman serba internet ini, secret admirer melanda pembaca setia suatu blog atau note facebook seseorang. Dia akan mencari tahu apa saja tentang idolanya dengan berkomentar atau searching.

Secret admirer selalu kepo dan stalking, tapi kepoer dan stalker tidak selalu seorang secret admirer.

Pergeseran Pengiriman Pesan

Seiring makin menjamurnya penggunaan smartphone, user pun mulai mengubah gaya berkirim pesan (messenger) yang dulu didominasi oleh SMS. Apa saja messenger yang banyak digunakan masyarakat Indonesia? Berikut ini beberapa messenger multiplatform yang pernah saya gunakan.
Twitter merupakan messenger paling populer yang bisa digunakan di semua OS, gadget, maupun komputer. Meskipun hanya 140 karakter tapi Twitter tetap menjadi favorit karena juga bisa digunakan di future phone.
Aplikasi ini dapat berjalan di semua OS gadget dan yang pertama kali muncul, wajar jika messenger ini paling populer saat ini. Whatsapp hanya memberikan user 12 bulan gratis abonemen, selanjutnya user harus membayar lisensi yang bisa dibayarkan per tahun, tiga, dan lima tahun.
Whatsapp (WA) menggunakan nomor telepon sebagai ID, sehingga user WA yang menyimpan nomor telepon user lain akan otomatis melihat daftar teman di WA.
Aplikasi ini dikabarkan menyimpan data kontak usernya yang menyebabkan beberapa waktu lalu sempat dituntut oleh parlemen Eropa? Dan diancam ditutup oleh beberapa negara.
Aplikasi messenger asal Jepang ini populer di kalangan teman-teman saya. Mereka menggunakan Line karena mulai bosan dengan Whatsapp dan mulai terpikat dengan sticker Line.
Naver; perusahaan pengembang Line melihat peluang untuk berjualan sticker.
Line tidak hanya menggunakan nomor telepon sebagai ID, user juga bisa membuat ID pribadi dan mendaftar via email.
Selain chat, Line juga menawarkan layanan voice. Inilah yang menjadi keunggulan Line dibandingkan Whatsapp.
Masih banyak fitur Line yang patut dicoba seperti membuat grup, camera, game, shake, sampai antivirus! Line juga bisa melakukan switch ke PC meskipun harus download aplikasi ke PC :(.
Layanan messaging dari China ini memiliki fitur unggulan Look Around yang bisa menambah teman dari sekitar user berada. Setahu saya Look Around dilacak dari BTS terdekat, tapi juga bisa juga dari GPS jika diaktifkan.
Selain chat dan mengirim suara, Wechat (saat artikel ini publish) juga dapat ngobrol dengan user dalam grup.
Keunggulan lain adalah Wechat bisa dibuka di PC dengan scan barcode dari gadget, dan videocall. Fitur lainnya shake dan drift bottle. Fitur ini menegaskan bahwa Wechat bukan sekedar aplikasi messenger biasa namun juga social media.
Di Indonesia, Wechat menggandeng MNC sebagai partner untuk merangkul user.
Kekurangan aplikasi ini adalah emoticon yang “datar” dan tidak adanya tanda bahwa pesan sudah diterima.
5. KakaoTalk
Messenger asal Korea ini juga memiliki fitur voice chat yang bisa dilakukan bersamaan dengan banyak user.
Fitur KakaoTalk hampir sama dengan Line meskipun tidak begitu lengkap, seperti shake, game, membuat grup, dan sticker.
Sayangnya user tidak memiliki pilihan untuk tidak menerima call, seperti di Line. Tapi menurut saya sticker di KakaoTalk lebih menarik daripada Line.
Kelebihan lain adalah file download aplikasi ini lebih kecil daripada aplikasi kompetitor.
6. ChatOn
Aplikasi yang selalu ada di gadget Samsung ini sepertinya dibuat setengah hati. Sampai saat ini Samsung tidak memberikan inovasi baru pada ChatOn sehingga banyak ditinggalkan pemilik gadget Samsung.
Kelebihan aplikasi ini adalah bisa dijalankan di PC. Sedangkan kelemahannya adalah tampilannya yang jelek, background hanya bisa diganti hitam dan putih saja.
===oOo===
Masih ada beberapa aplikasi messenger yang tersedia di toko aplikasi resmi seperti Viber, tapi aplikasi tersebut kalah populer dengan kelima yang telah disebutkan di atas.
Tak perlu bingung memilih messenger selama masih gratis dan memori Hand Held cukup,.. install dan gunakan semuanya :).
Dari kelimanya, messenger yang memiliki fitur paling lengkap adalah Wechat, meskipun tidak ada notifikasi jika message sudah diterima.

Hal yang Membuat Saya Unfollow

Melanjutkan artikel “follow” sebelumnya, sekarang saya bocorkan beberapa hal yang menyebabkan saya “unfollow” sebuah akun Twitter ;). Harap yang saya unfollow memakluminya karena ini adalah prinsip :P.
1. Tweet/Retweet Ramalan
Beberapa kali ketahuan meretweet kicauan tentang ramalan dan perbintangan langsung unfollow.
2. Tweet Alay
Penggunaan aq, og, dan singkatan-singkatan yang tidak lazim digunakan membuat puyeng saat membacanya. Daripada kepala pusing lebih baik unfollow saja.
3. Pacaran di Twitter
Memangnya dunia twitter hanya milik berdua? Setahu saya Twitter diciptakan bukan untuk dua orang yang berpacaran, tidak mungkin mereka membeli Twitter, punya duit berapa emang? Kata-kata mesra, panggilan “sayang, beib”, membuat mata saya sepet. Saya yakin kalau sudah menikah mereka tak akan memanggil dengan panggilan begitu, misalkan ada… itu hanya di sinetron.
4. Berjualan tanpa Etika
Tanpa etika yang saya maksud salah duanya yakni kicauannya hanya jualan sambil mention akun, dan berlangsung tiap hari.
Itulah 4 prinsip saya meng-unfollow  akun-akun twitter. Semoga anda bukan orang yang masuk golongan di atas.