Install PHPMySQL di Ubuntu 16.04 LTS

Mungkin tema tulisan ini sudah usang, tapi saya perlu menuliskannya agar mudah mengingatnya. Seperti yang pernah saya sebutkan bahwa saya pemakai Ubuntu sejak tahun 2010. Catat,,, hanya pemakai, bukan developer atau administrator.

Beberapa hari lalu saya harus menginstall kembali PHPMysql karena harus mengembalikan data website. Website tersebut ingin dihidupkan kembali oleh pemilik, setelah segaja saya matikan 5 bulan lalu. Masalahnya, di laptop saya sudah tidak ada PHPMysql lagi untuk melihat backup data website, sehingga harus saya nstall ulang.

Oke, setelah mencari tutorial di internet, akhirnya langkah yang saya lakukan adalah:

  • Install melalui terminal
  • Install LAMP (Linux, Apache, MySQL dan Perl/PHP/Phyton) terlebih dahulu:
sudo apt install lamp-server^
  • Install PHPMyAdmin
sudo apt install phpmyadmin

User akan diminta mengisi username dan password.

  • Folder root web berada di /var/www/html, berbeda dengan Ubuntu 14.04 yang foldernya berada di /var/www.
  • Tes di browser dengan alamat http://localhost/phpmyadmin

Terus terang prosesnya agak lupa karena sudah 2 bulan lalu, dan history di terminal sudah saya hapus 😂. Kira-kira begitu, mungkin di Ubuntu 17.04 aplikasi ini akan saya install.

Asus Zenbook Flip UX360UA, Ultrabook yang bisa Berfungsi sebagai Tablet

Asus Zenbook Flip UX360UA sudah diperkenalkan pada acara Zenvolution Indonesia di Bali 7 September 2016. Para Zenfans yang tidak hadir waktu itu merasakan teknologi terbaru Asus ini pada roadshow di Hotel Tentrem Yogyakarta, 18 Oktober 2016 lalu.
Zenbook Flip UX360UA. Sumber: channel.asus.com
Asus Zenbook Flip UX360UA merupakan ultrabook ultra tipis dan ringan yang dapat dilipat 360 derajat dengan dukungan processor handal. Dua pilihan spesifikasi berbasis processor Intel generasi 6 disematkan pada ultrabook ini.

Processor

Yang pertama dengan processor Intel® Core™ i7-6500U (4M Cache, up to 3.10 GHz). Processor 2 core dengan 4 thread. Frekuensi dasar 2,50 GHz dan frekuensi 3,6 GHz dengan Teknologi Intel Turbo Boost. TDP (Thermal Design Power) daya maksimum yang digunakan ketika menjalankan aplikasi hanya sebesar 15 W. Spesifikasi lengkap dapat dibaca di situs Intel.
Performa Intel® Core™ i7-6500U.

Pilihan processor kedua adalah Intel® Core™ i5-6200U (3M Cache, up to 2.80 GHz). Sama dengan yang pertama, processor Intel® Core™ i5-6200U menggunakan 2 core dengan 4 thread. Tapi frekuensi dasar hanya 2,30 GHz dengan frekuensi turbo maksimal 2,80 GHz. Spesifikasi lengkap processor ini dapat dibaca di situs Intel.

Performa Intel® Core™ i5-6200U.
Bila processor pertama memiliki cache 4 MB, processor kedua hanya memiliki cache 3 MB. Zenbook yang saya coba adalah Asus Zenbook Flip UX360UA dengan processor Intel® Core™ i7-6500U. Dan inilah hasil dari aplikasi Cinebench.
Performa CPU dengan Cinebench.
Desain body
Body yang terbuat dari metal memiliki sudut layar Asus Zenbook Flip UX360UA didesain melengkung, terlihat tipis dan elegan. Area touchpad terlihat menyatu dan serasi dengan body. Yang menjadi ciri khas Zenbook Flip ini adalah area kosong di sela-sela tombol panah.
Zenbook Flip UX360UA.

Fitur ASUS Smart Gesture disematkan dalam Zenbook Flip UX360UA, sehingga touchpad semakin intuitif dan terasa natural.

Sumber: asus.com/support/faq/1009613

Asus Zenbook Flip UX360UA hanya setebal 1,3 cm, berat termasuk battery 1,3 kg, dengan dimensi 32,3 x 22,0 x 1,39 cm. Para blogger dan traveller perlu memilikinya untuk menghemat tas dan memperingan bawaan.

Lebih jelas dari atas.
Perhatikan engsel (hinges) ultrabook ini, dua engsel tersebut dipasang agak ke dalam seperti pemasangan engsel pintu atau jendela rumah.
Dibalik.
Asus Zenbook Flip UX360UA di antara 2 notebook Asus.

Memory

Zenbook Flip ini didukung RAM 8 GB DDR3L, cukup besar untuk ukuran notebook flip. Melakukan pekerjaan multitasking maupun editing video tidak akan membuat Asus Zenbook Flip UX360UA lemot.
Storage

Media penyimpanan sudah berupa SSD SATA3 dengan besaran 512 GB, sudah cukup memadai untuk digunakan secara mobile.
Benchmark SSD SATA3.

Graphics

Kartu grafis yang disematkan adalah Intel HD Graphics 520 (integrated). Ultrabook bukan notebook ROG yang khusus duibuat untuk gamers, sehingga jangan memaksa Zenbook untuk memainkan game 3D berat. Beberapa game pernah dicoba menggunakan Asus Zenbook Flip UX360UA dan hasilnya seperti di bawah ini.
Tes beberapa game.

Nilai tes pada kartu grafis.

Display

Layar sentuh 13,3 inchi LED backlit Quad HD+ dengan resolusi 3200 x 1800 pixels dengan lapisan IPS (In-Plane Switching). Meskipun melihat dari sudut ekstrim hingga 178 derajat (wide angle), layar tetap terlihat tanpa terjadi gradasi warna.
Berbagai macam fitur yang disematkan pada ultrabook menjadikan Asus Zenbook Flip UX360UA juara di kelasnya. Fitur Asus Splendid yang ada di sini berfungsi mengoptimalkan setiap pixels kontras dan ketajaman pada frame video.
Sumber: https://www.asus.com/id/support/faq/1009904/
Video 4K bisa dinikmati dengan baik, teknologi Asus Tru2life secara otomatis mengoptimalkan ketajaman dan kontras pada frame video sehingga tampak lebih detail, jelas, dan realistis. Bila Zenbook dibuka di tempat bercahaya terang, gambar masih bisa dilihat dengan jelas.

Bagaimana dengan layar sentuh-nya? Asus menyematkan fitur Windows Gesture yang memberikan sensor dua kali lebih sensitif dan akurat daripada perangkat layar sentuh umumnya.
Battery
Dengan kemampuan battery 3 cell 57 Whrs polymer, memberikan Asus Zenbook Flip UX360UA kuat bertahan hidup selama 12 jam.
Di sisi kanan bawah keyboard terdapat tulisan Harman-Kardon, apakah itu? Harman-Kardon adalah sebuah brand audio stereo terkenal di dunia. Dengan terpasangnya speaker Harman-Kardon di Asus Zenbook Flip UX360UA, pengguna akan mendapatkan kualitas audio terbaik.

Spesifikasi:

Main Spec.ZenBook Flip UX360UA
CPUIntel® Core™ i7-6500U Processor (4M Cache, up to 3.10 GHz) /
Intel® Core™ i5-6200U Processor (3M Cache, up to 2.80 GHz)
OSMicrosoft Windows 10 Home
Memory8GB DDR3L 1866MHz SDRAM
Storage512GB SATA3 M.2 SSD
Display13.3″ (16:9) LED backlit QHD+ (3200×1800) Glare Touchscreen with 72% NTSC
GraphicsIntel® HD Graphics 520
Input/Output1x Microphone-in/Headphone-out jack, 2x USB 3.0 ports, 1x USB-C Gen 1 (up to 5 Gbps), 1x HDMI, 1x SD card reader, Volume up/down
CameraHD Web Camera
ConnectivityIntegrated 802.11a/b/g/n/ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1
AudioBuilt-in Stereo 1.6 W Speakers And Digital Array Microphone
ASUS SonicMaster Technology with Harman/Kardon
Battery3 Cells 57 Whrs Polymer Battery
Dimension32,3 x 22,0 x 1,39 cm
Weight1,27kg with Battery
ColorsGrey, Rose Gold
PriceRp. 17.799.000/Rp. 15.799.000
Warranty2 years full global warranty

*berdasarkan press release yang diterima 18 Oktober 2016.

Notebook ASUS ROG G752VS (G-SYNC) untuk Para Gamers

Sumber: asus.com.

Asus baru saja merilis beberapa notebook gaming (untuk bermain game) di Indonesia. Salah satu seri yang diperkenalkan selama roadshow di Yogyakarta, 18 Oktober 2016 adalah notebook gaming 17 inchi Asus ROG G672VS. Kita lihat apa saja yang menarik dari ROG G672VS ini.

Processor

Processor yang digunakan adalah Intel® Core™ i7 6820HK yang merupakan processor generasi keenam versi unlock sehingga dapat di-overclock. Dikutip dari situs Intel, Processor ini memiliki 4 core dengan 8 thread. Frekuensi dasar 2,7 GHz, tapi dengan Teknologi Intel Turbo Boost bisa bekerja pada frekuensi 3,6 GHz dan overclock sampai 4 GHz.

Sumber: newsroom.intel.com.

Teknologi Intel Turbo Boost adalah teknologi untuk mempercepat performa processor dan grafis pada beban puncak, yang secara otomatis memungkinkan core bekerja lebih cepat daripada frekuensi dasar, jika berada di bawah spesifikasi daya, arus, dan suhu. [baca Intel® Turbo Boost Technology 2.0]

Spesifikasi Intel Core i7 6820K.

Pembuktian spesifikasi processor dapat dilihat dengan aplikasi CPU-Z, dan hasilnya adalah:

Spesifikasi processor Asus ROG G752VS.
Dengan frekuensi segahar itu, penggunaan notebook secara multitasking tidak akan mempengaruhi performa. Apalagi didukung dengan memory yang besar.

Memory

Sesuai dengan spesifikasi yang disarankan processor Intel® Core™ i7 6820HK, Asus ROG G752VS menggunakan RAM 64GB DDR4. Dijamin notebook tidak akan hang saat menjalankan program dan game secara bersamaan.

Graphics

Kartu grafis Asus ROG G752VS menggunakan Nvidia GeForce GTX 1070 8GB DDR5. Kartu grafis GeForce GTX generasi 10 dari Nvidia ini yang didukung oleh Pascal, dengan performa hingga 3 kali lipat daripada kartu grafis generasi sebelumnya. Apalagi ditambah teknologi game baru yang inovatif dan mendukung teknologi VR (Virtual Reality).
Nah, Pascal adalah arsitektur GPU (Graphic Processing Unit) paling canggih saat ini, memberi kinerja yang benar-benar mengubah permainan, teknologi inovatif dan mendalam, dan next-gen VR.[baca Arsitektur Nvidia Pascal]
Sumber: geforce.com

Kartu grafis dengan arsitektur Pascal ini dikhususkan untuk perangkat mobile, berbeda dengan generasi sebelumnya dimana versi notebook memangkas beberapa fitur dari versi desktop. Geforce seri 1000 memiliki fitur sama untuk notebook dan desktop, perbedaannya hanyalah penurunan angka TDP (Thermal Dissipation Power). Performa di notebook tetap sama dengan performa pada desktop.

Storage
Media penyimpanan Asus ROG G752VS (G-SYNC) adalah HDD 1TB ditambah 2 SSD (Solid State Drive) masing-masing 512GB. Dengan kapasitas total 2TB, notebook ini bisa menyimpan banyak game di dalamnya.

Benchmark storege ASUS ROG G752VS.

Display
Layar panel IPS 17,3 inchi dengan resolusi (3840 x 2160) menjadi standart layar para gamer, terlebih sudah berteknologi G-Sync untuk mengatasi gejala stutter, lag, dan tearing pada game sehingga tampilan terlihat lebih tajam. Teknologi ini mensinkronisasi refresh rate layar dengan frame rate dari NVIDIA® GTX™ GPU’s untuk tampilan visual yang halus serta mulus. Layar yang digunakan juga support dengan video 4K yang sekarang mulai populer.

Body
Body dengan desain Iron Man (superhero Marvel) dengan lampu merah di beberapa bagian notebook terlihat mencolok, menjadi ciri khas penampakan netbook Asus ROG G752VS. Melihat body Asus ROG ini saya jadi teringat dengan The Bus, nama pesawat induk di serial televisi Marvel: Agent of S.H.I.E.L.D.

Mencoba Asus ROG G752VS.

Keyboard

Lampu merah yang menyala di sela-sela keyboard saat bermain game menjadi satu keunikan Asus ROG. 4 tombol huruf pada keyboard sebelah kiri yang sering digunakan  bermain game (huruf W, A, S, dan D) didesain dengan warna orange, untuk lebih menudahkan pemain menemukan keempat tombol tersebut.
Ngegame dengan Asus ROG G752VS.
Fitur Anti Ghosting keyboard ditambahkan pada Asus ROG G752VS, mencegah tidak terjadi gangguan atau hang bila 30 tombol pada keyboard ditekan dalam waktu bersamaan.
Asus ROG G752VS

Sistem Pendinginan

Teknologi dual copper digunakan menjaga suhu agar tetap rendah. 3 pipa pengalir panas terpasang langsung pada GPU untuk mengeluarkan hawa panas. Body Asus ROG G752VS memiliki banyak “jendela” di belakang sehingga suhu panas dapat dikeluarkan dengan optimal.
Semua notebook gaming Asus telah mengadoprsi teknologi 3D Vapor Pipe Chamber. Teknologi ini memungkinkan notebook mendeteksi panas berlebihan dari CPU dan GPU, panas tersebut akan dinetralisir dengan cairan yang terdapat pada ruang uap vapor.
Benchmark Saat Main Game
Ini dia benchmark ASUS ROG G752VS saat digunakan bermain game.

Asus ROG
Dari tadi menyebut ROG beberapa kali, apasih sebenarnya ROG itu? ROG merupakan kepanjangan dari Republik of Gamers, produk untuk gamers yang didirikan tahun 2006 lalu sebagai upaya mempersembahkan produk terbaik dan inovatif untuk para gamers.

Spesifikasi ASUS ROG G752VS (G-SYNC)

Main Spec.ROG G752VS (G-SYNC)
CPUIntel® Core™ i7-6820HK Processor 8 MB cache @ 2.7GHz (3.6 GHz Turbo, overclock up to 4 GHz)
OSMicrosoft Windows 10
Memory64 GB 2133 MHz DDR4 up to 2400 MHz
Storage1TB HDD 7200rpm, 512GB*2 SSD
Optic DriveSuper-Multi DVD
Display17.3” UHD (1920 x 1080) IPS panel with NVIDIA G-SYNC
GraphicsNVIDIA GeForce GTX 1070 8 GB DDR5
I/O1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x VGA port/Mini D-sub 15-pin for external monitor, 2 x USB 3.0 port(s), 1 x USB 2.0 port(s), 1 x RJ45 LAN Jack for LAN insert, 1 x HDMI
CameraHD Web Camera
ConnectivityIntegrated 802.11ac or 802.11 b/g/n (WiDi), Bluetooth 4.0 Support
AudioBuilt-in Speakers and Analog Microphone, Built-in Azalia compliant audio chip, SonicMaster
Battery8Cells 90 Wh
Dimension385 x 255 x 32.4mm
Weight1,27kg with Battery
AccessoryGaming Bagpack
PriceRp. 59.299.000 (bundling w/ ROG gaming mouse & headset)
Warranty2 years full global warranty

*dari press release 18 Oktober 2016

Asus ROG Store hadir di Yogyakarta

Bila kamu berada di area Yogyakarta dan sekitarnya, kamu bisa mengunjungi Asus ROG Store Yogyakarta di Kana Komputer yang berada di Jl. Gejayan (Afandi) CT X No.1A, Yogyakarta. Kamu bisa bertanya dan mencoba produk Asus ROG G752VS (G-SYNC) secara gratis.

Kenapa Memilih Linux Ubuntu…

Laptop pertama saya sudah terpasang Microsoft Windows XP ketika membelinya, tanpa saya minta kepada membeli. Tentu saja itu bukan versi resmi. Spesifikasi laptop saya lumayan lah,, Processor Intel Core 2 Duo dengan RAM 1 GB. Ketika itu spesifikasi tersebut lagi getol digelontorkan vendor laptop.
Tak beberapa lama kemudian muncullah Microsoft Windows 7 yang membutuhkan resource lumayan besar. Mengikuti trend tersebut saya juga tergiur untuk menginstallnya. Ketika melihat seorang teman menginstall Windows 7, saya mengurungkan niat turut menggunakannya. Laptop saya pasti bakalan ngos-ngosan jika menggunakan Windows 7. Ohiya,, sempat muncul Windows Vista tapi itu tidak masuk kriteria karena produk gagal :).

Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2009, dimana komunitas Linux lagi gencar-gencarnya promosi dan menghangatnya isu pembajakan dan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Saya pun tertarik dengan promo-promo tersebut, apalagi mereka membagikan CD gratis. Distro Linux yang saya lihat memiliki perusahaan dan komunitas besar adalah Ubuntu, perusahaan yang berpusat di Afrika Selatan ini saat itu mengirimkan CD Ubuntu secara gratis ke seluruh penjuru dunia. Alhamdulillah CD Ubuntu 9.10 sampai ke rumah 3 bulan setelah dirilis :).

Singkat Cerita

Pertama kali saya hanya berani menggunakan live CD, menurut saya tampilan desktop lebih keren dari Windows :). Saya baru install Ubuntu ke laptop saya setelah mendapatkan CD Ubuntu 10.04 dari komunitas, itupun dualboot dengan Windows. Semenjak itulah saya selalu menggunakan Ubuntu.

Kesimpulan

Awalnya menggunakan Ubuntu karena terpaksa, laptop tidak kuat menggunakan Windows 7. Lambat laun saya sadar bahwa menggunakan software bajakan adalah salah, menyalahi hukum, dan…. berdosa. Yang terakhir, ternyata menggunakan Linux tidak sesulit yang digemborkan haters. Dan… sampai sekarang saya setia menggunakan Linux Ubuntu.

Di Tengah Kegalauan Festival TIK 2016, Kutemukan Kesejukan

Menjadi satu keberkahan Jogja terpilih menjadi tempat diselenggarakannya Festival TIK 2016 bertema Candori (Can Do Republik Indonesia), karena saya bisa menghadiri perhelatan besar Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) di kota sendiri. Seluruh kegiatan Festival TIK dilaksanakan di Grhatama Pustaka BPAD DIY, atau lebih dikenal dengan “Perpustakaan sebelah JEC”, 17 – 18 September 2016.

Jauh-jauh hari saya sudah mengetahui acara ini dari Evenbrite. Website ini memang menjadi tempat “kepo” agenda acara di Jogja, banyak perusahaan dan komunitas memanfaatkan Evenbrite untuk menginformasikan acara gathering. saya malah tidak melihat akun Twitter RelawanTIK melakukan sosialisasi kegiatan Festival TIK 2016, agak mengherankan sebenarnya.

Mendaftar acara Festival TIK 2016
Firasat saya berkata acara akan menarik, langsung saja mendaftarkan diri di Evenbrite. Malam harinya saya terkejut mendapat email notifikasi acara Festival TIK dibatalkan, saya pikir panitia salah mempublikasikan acara sehingga dihapus.

Tau ah gelap..

Beberapa hari kemudian acara Festival TIK 2016 muncul kembali di Evenbrite dengan format berbeda, kali ini form pendaftaran lebih spesifik khusus hanya untuk Relawan TIK dengan memasukkan nomor anggota. Kalau sudah begini saya tidak bisa mendaftarkan diri, karena saya bukan tercatat sebagai RTIK meskipun pernah tercatat sebagai relawan di website lama.

Dari Evenbrite tersebut saya tahu website resmi Festival TIK 2016 di http://festival-tik.web.id. Di website ini terdapat susunan acara Festival TIK 2016 yang membingungkan. Kenapa membingungkan? Karena susunan acara tidak ditulis dalam sebuah tabel, sehingga menyulitkan pembaca mengetahui workshop atau seminar apa yang akan diikuti. Penyelenggaraan workshop dan seminar dilakukan paralel, sehingga calon peserta harus memilih yang akan diikuti.

Daripada pusing, saya mendaftar 90% acara Festival TIK 2016, yang penting daftar dulu sebelum kehabisan tiket.

Pembukaan Festival TIK 2016
Pukul 07.10 WIB buka Twitter, saya lagi-lagi terkejut melihat linimasa sayan resmi @Festik2016. Susunan acara berubah! Mute account spam, mendingan saya cari tabel susunan acara dan alhamdulillah ketemu. Akun Twitter @Festik2016 juga mengabarkan para peserta akan diberi kartu pengenal yang di balik co-card tersebut terdapat susunan acara.

Sampai di Grhatama Pustaka BPAD mendaftarkan lagi. Untuk kesekian kalinya saya terkejut karena pendaftaran di Evenbrite tidak berlaku, jadi harus menulis nama kembali. Oleh panitia saya diarahkan untuk mendaftar di bagian pelajar/mahasiswa, otomatis tidak mendapatkan goodie bag. Padahal teman-teman lain para blogger mendapatkan goodie bag. Apakah panitia tidak mengakomodir blogger, padahal di sela festival diadakan lomba blog?

Pendaftaran (Foto milik Babeh Helmi)

Nggak masalah tidak mendapatkan goodie bag, cuma kecewa jika sesuatu yang dibuat limited tidak bisa kudapatkan 🙂 .

Saya tidak melihat papan pengumuman atau arahan dari panitia untuk kemana? Paperless sih paperless tapi papan pengumaman dan selebaran informasi tetap berguna. Bila 100% paperless bisa menggunakan layar monitor LED sebagai pengganti papan informasi.

2. Panitia sebisa mungkin menerapkan TIK go Green dengan kata lain paper less. Yaitu penggunaan kertas dibatasi.

— sukseskan #DesTIK4 (@FesTIK2016) September 15, 2016

Bingung dengan keadaan ini saya bertemu orang yang membawa kartu pengenal, kemudian diarahkan  untuk memindai kodebar untuk mengunduh susunan acara dan denah ruangan. Sepertinya saya orang yang mudah bingung dan galau. Kenapa Ruang C ada di sebelah ruang A? Ruang B, C, D, dan E berurutan di lantai atas. Keterangan denah ruangan yang kuunduh juga tidak tertulis urut. Ruang C ini baru kuketahui setelah teman dari protokoler Gubernur DIY mengajak saya masuk untuk memotret, tapi sama saja tidak bisa duduk. Akhirnya saya keluar duduk-duduk bersama teman blogger lain.

Saat duduk-duduk ini kami “diprospek” oleh sales T-Cash yang bekerja sama dengan BTPN. Kami membuat akun T-Cash gratis meskipun saya tidak berminat mengisi saldo 🙂 . Setelah “diprospek” saya pergi ke pameran yang ada di lobby depan, lebih tepatnya gelar produk sponsor acara. Sempat kubaca berita online media lokal bahwa kartu Jogja Pass diluncurkan pada Pembukaan Festival TIK dan sudah digunakan oleh 3000 pengguna. Tapi ketika saya bertanya kepada penjaga pameran, kartu tersebut belum dijual. Mana yang benar? Ketika keseluruhan acara selesai saya baru tahu bahwa kartu Jogja pass ini dibagikan pada seminar / workshop yang tidak saya ikuti. #kzl

Setelah menunggu tanpa kejelasan; snack sudah habis dari pertama kali saya hadir, akhirnya acara pembukaan Festival TIK 2016 selesai. Kami tetap bingung karena waktu sudah molor banyak dari susunan acara, akhirnya kami ikut seminar PANDI, meskipun saya sebenarnya ikut workshop Internet Cerdas, Kreatif, dan Produktif. Tapi nggak apa-apalah daripada tidak dapat materi apa-apa. Kupikir usai ibadah Jum’at semua akan berjalan normal.

Kesejukan usai Siang yang Emosional
Kegalauan acara Festival TIK 2016 menguras tenaga dan emosiku, bukan emosi yang meluap tapi lebih ke kzl, kecewa, bingung, heran, dan bertanya-tanya, panitianya Kominfo, Relawan TIK pusat, atau Relawan TIK DIY?

Workshop Kerawanan Cyber Security.

Tapi usai ibadah Jum’at hati dan pikiran tenang, apalagi berada di Ruang A yang berpendingin ruangan. Siang itu saya ikut Workshop Kerawanan Cyber Security dengan pembicara….. tidak tahu wkawkwk. Yes, tidak tahu karena saking banyaknya pembicara; 3 dari Kominfo, Polda DIY, dan pelaku keamanan siber. Acara yang menarik menjadi agak menjemukan karena panjangnya durasi, dari 13.45 – 16.35 WIB. Intinya, belajar membobol sebuah situs bisa dipelajari sendiri karena tutorialnya banyak tersedia di internet 🙂 .

Karena masih ada waktu, saya bersama seorang teman blogger masuk ke Ruang D dengan tema UU Perlindungan Data Pribadi. Narasumber sudah saya tahu sebelumnya yaitu Mariam Barata; pernah mengisi acara di Jagongan Media Rakyat 2014. Dan Ismail Cawidu, terakhir kali bertemu beliau saat peluncuran buku Cakap Bermedia Sosial Mei 2016.

Seminar UU Perlindungan Data Pribadi.

Saat kami masuk, Pak Ismail menjelaskan kembali pembahasan pada sore hari tersebut, beliau meminta masukan sebagai pembahasan data apa saja yang dianggap rahasia dan tidak boleh sembarang orang bisa mengakses. Suasana seminar demikian cair karena narasumber membuka dialog dengan para peserta seminar. Acara ini menjadi seminar terakhir yang selesai hari pertama Festival TIK 2016 karena berakhir jam 17.30 WIB :).

Hal menyenangkan pada Festival TIK 2016 ini adalah pada hari pertama, internet yang disediakan panitia cukup kencang. Padahal biasanya internet Grhatama Pustaka sehari-hari bak siput berjalan, bahkan kecepatannya kalah dengan Perpustakaan Kota Jogja.

Yang kedua adalah ruangan berpendingin di tengah panasnya Jogja. Grhatama Pustaka memang dikenal sebagai tempat membaca dan tiduran anak-anak sekolah.

Kesemrawutan pembukaan di hari pertama sebuah acara merupakan hal yang lumrah, apalagi jika dipegang sepenuhnya oleh komunitas, bukan profesional. Tinggal bagaimana meminimalisir kesemrawutan. Kupikir acara terlalu banyak dan padat, akhirnya sebagian acara dihapus karena ruangan masih dipakai acara sebelumnya. Parahnya lagi ada yang dibatalkan karena tidak ada peserta.

Pemilihan Grhatama Pustaka sebagai tempat dilaksanakannya Festival TIK 2016 sudah tepat, meskipun toiletnya jorok. Penyelenggaraan Festival TIK 2016 banyak kekurangan, tapi masih memiliki kelebihan; bisa makan siang dan snack gratis, apalagi pada sore harinya ada seminar yang lebih keren di gedung sebelahnya; JEC.